Jakarta –
Read More : Virus HMPV Lagi Mewabah, Liburan ke China Aman atau Tidak?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan fakta mengejutkan di hadapan para wakil gubernur seluruh provinsi di Indonesia. Jokowi mengungkapkan, ada anggaran APBD di tingkat kabupaten yang nilainya sangat besar, namun tidak jelas arah penggunaannya.
Jokowi mengungkapkan, APBD hanya digunakan untuk memberikan hibah yang tidak jelas. Padahal, menurutnya, hibah tersebut mengarah pada kepentingan politik para pemimpin daerah.
“Saya lihat misalnya ada daerah yang anggarannya sangat besar, tapi arah programnya tidak jelas. Dana hibah ini banyak yang digunakan untuk kepentingan politik,” kata Jokowi saat memberikan instruksi kepada Wagub Garuda IKN tersebut. Istana, Selasa (13/8/2024).
Bahkan, kata Jokowi, anggaran tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan produksi daerah lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan. Jokowi menjelaskan, anggaran dana hibah politik tersebut sebaiknya digunakan untuk 10 rumah sakit serta universitas atau perguruan tinggi.
Padahal kalau bisa disalurkan, hanya bisa menjadi 10 rumah sakit atau universitas. Hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan, kata Jokowi.
Orang nomor satu di Indonesia itu meminta para wakil gubernur diberi kesempatan memimpin dan mengawasi kepala daerah di provinsinya. Ia juga meminta wali kota menunjukkan kepada wali kota kabupaten dan kota bahwa mereka memiliki program yang sesuai dengan pemerintah pusat.
Saya kira gubernur bisa mengatur hal-hal seperti itu. Dan mengelolanya, mengarahkannya agar sesuai dan beradaptasi dengan pemerintah pusat, terutama yang berdampak pada masyarakat, pungkas Jokowi. (hal/fdl)