Jakarta-
Read More : Trafik Internet Telkomsel Naik 12,87% Selama Ramadan & Idul Fitri 1445 H
Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah menandatangani dekrit yang memblokir akses ke platform media sosial Twitter/X selama 10 hari. Pemblokiran ini diumumkan tak lama setelah Maduro bertengkar dengan pemilik X, Elon Musk.
Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pemerintah Venezuela, Maduro mengatakan X akan ditarik dari peredaran oleh lembaga negara yang bertanggung jawab di bidang telekomunikasi.
“Elon Musk adalah pemiliknya
“Dia melanggar aturan dengan menyebarkan kebencian, fasisme, perang saudara, kematian, konfrontasi terhadap rakyat Venezuela dan melanggar semua hukum Venezuela,” lanjutnya.
Maduro dan Musk berselisih sejak Maduro dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden bulan lalu. Dalam postingan X-nya, Musk mengklaim pemilu presiden Venezuela penuh dengan kecurangan dan Maduro justru kalah telak.
Sebelum Venezuela mengadakan pemilihan presiden, Musk menyatakan dukungannya terhadap saingan Maduro, Edmundo González. Partai González mengklaim bahwa kandidatnya mengalahkan Maduro dengan selisih sedikitnya 3,9 juta suara.
Musk juga menyebut Maduro sebagai diktator. Bos Tesla juga membandingkan kecerdasan Maduro dengan kedelai dan berkata, “Rakyat Venezuela muak dengan badut ini.”
Sindiran Musk langsung membuat marah Maduro. Pada puncaknya, Maduro pekan lalu menyebut Musk sebagai musuh bebuyutannya dan menantangnya untuk bertarung.
Musk menerima tantangan Maduro melalui postingannya di X, sekaligus memasang taruhan agar pertandingan ini semakin seru. “Jika saya menang, dia akan mundur sebagai diktator. Jika dia menang, saya akan memberinya perjalanan gratis ke Mars,” kata Musk. Tonton video “Elon Musk menolak memblokir akun X populer di Brasil” (vmp/vmp)