Timor Selatan –

Read More : 7 Etika di Pantai Telanjang yang Perlu Kamu Tahu

Gunung Mutis menjadi salah satu gunung yang menarik untuk didaki di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum mendaki gunung ini, pelancong harus melakukan ritual.

Gunung Mutis tidak hanya menawarkan panorama yang luar biasa, namun juga jaringan ekosistem yang terjaga dengan baik. Gunung ini memberikan keindahan yang menginspirasi para pendaki dan pecinta alam untuk menjelajah

Gunung Mutis mempunyai makna sakral sebagai sumber kehidupan dan tempat tinggal masyarakat Mollo. Mereka percaya jika meninggal, mereka akan kembali ke Gunung Mutis, tempat asal nenek moyang mereka.

Meskipun agama Kristen telah mempengaruhi kebudayaan Timor, namun kepercayaan terhadap Gunung Mutis masih sangat kuat di kalangan masyarakat Atoni, khususnya masyarakat Mollo. Mereka masih menganggap Gunung Mutis sebagai tempat keramat, tempat bersemayamnya arwah nenek moyang yang disebut ‘Uis Neno’.

Dalam pemikiran Kristiani, kepercayaan ini sering diartikan sebagai Tuhan yang bersemayam di tempat suci, dan hanya orang yang hidup saleh saja yang bisa menghampiri Dia.

Bagi para petualang yang ingin berwisata ke Gunung Mutis, ingatlah bahwa wisata di hutan dan sabana harus dipandu oleh penduduk setempat. Sebelum memulai perjalanan, biasanya pemandu melakukan upacara kurban di dekat batu besar di Hutan Bonsai Mutis.

Ritual seperti membakar kemenyan atau kemenyan merupakan izin yang diberikan oleh pemilik gunung agar perjalanan berhasil. Gunung Mutis dianggap keramat oleh masyarakat sehingga penting untuk melestarikan keindahan kawasan ini dan tidak merusaknya.

Gunung Mutis terletak di Kecamatan Fatumnasi dan Kabupaten Toba, Timor Tengah Selatan, NTT.

Untuk mengunjungi satwa liar Gunung Mutis, Anda bisa memulainya dari Kota Kupang dan mencapai Soe, ibu kota TTS, yang berjarak sekitar 110 kilometer (km) dan memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Dari Soe naik bus ke utara menuju Mollo, Kapan, lalu bus menuju Desa Fatumnasi yang terletak di Gunung Mutis dan merupakan pintu masuk tempat wisata.

Gunung Mutis buka setiap hari selama 24 jam sehingga pengunjung bisa datang kapan saja untuk mendaki gunung ini.

——-

Artikel ini diposting di detikBali. Saksikan video “Momen Pendaki Ditemukan Meninggal di Gunung Agung Bali” (wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *