Jakarta –

Read More : Usai Dihapus dari PlayStation Store, Parodi GTA 6 Muncul di Steam

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) kembali meraih penghargaan internasional. BRI masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun ini.

Keberhasilan ini melengkapi keberhasilan BRI yang juga telah diakui sebelumnya di tingkat internasional. Forbes menobatkan BRI Indonesia sebagai perusahaan terbesar dalam Forbes The Global 2000 tahun 2024.

“Di tengah masa ketidakpastian perekonomian global dan tingginya suku bunga, keberhasilan BRI mendapatkan pengakuan dari Forbes dan Fortune menunjukkan bahwa dunia internasional mengakui dan mengapresiasi respon strategis BRI terhadap tantangan. Hal ini berhasil dan “menjadi landasan pencapaian kinerja positif BRI yang akan menjadi pemimpin industri perbankan Indonesia,” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/6/2024).

Pemeringkatan Fortune mencakup perusahaan-perusahaan dari tujuh negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, dan Kamboja. Indonesia sendiri mendominasi dengan 110 perusahaan. Thailand menyusul dengan 107 perusahaan. Malaysia sebanyak 89 perusahaan dan Singapura sebanyak 84 perusahaan. Selain itu, ada 70 perusahaan asal Vietnam, 38 perusahaan asal Filipina, dan dua perusahaan asal Kamboja yang masuk dalam daftar tersebut.

Dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, BRI menempati peringkat pertama industri perbankan dan keuangan Indonesia dan peringkat ke-4 se Asia Tenggara untuk kategori BRI Finance. Secara keseluruhan, BRI menempati peringkat ke-15 dari 500 perusahaan yang masuk dalam daftar.

Menurut situs Fortune, BRI melaporkan penjualan sebesar $14,9 miliar, laba sebesar $3,9 miliar, dan aset sebesar $127,6 miliar.

“Fortune Southeast Asia 500 menampilkan kawasan Asia Tenggara yang dinamis dan berubah dengan cepat, dimana perekonomian utamanya tumbuh lebih cepat dibandingkan Eropa atau Amerika Serikat. Hal ini sebagian disebabkan oleh peran Asia Tenggara yang lebih penting dalam perekonomian global, dan sebagian lagi karena “sejumlah perusahaan multinasional Global 500 telah memindahkan rantai pasokan mereka ke negara-negara Asia Tenggara,” kata pemimpin redaksi majalah tersebut, Clay Chandler. Keberuntungan Asia. (ncm/ncm)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *