Jakarta –
Read More : Erick Thohir soal Merger BUMN Karya: Tunggu Proses di Kementerian PUPR
Tiongkok telah menjatuhkan sanksi terhadap Boeing dan dua perusahaan pertahanan AS lainnya atas penjualan senjata ke Taiwan. Larangan tersebut diumumkan pada hari pelantikan presiden baru Taiwan, Lai Ching-te.
Seperti dilansir Associated Press (AP), Selasa (21/5/2024) bukan kali pertama China memberlakukan pembatasan terhadap perusahaan pertahanan yang menjual senjata ke Taiwan. Pemberlakuan pembatasan tersebut merupakan dampak dari perselisihan antara Tiongkok dan Taiwan. Hingga saat ini, Tiongkok menganggap Taiwan berada di wilayahnya. Namun, Taiwan merasakan hal yang berbeda.
Kementerian Perdagangan Tiongkok telah menempatkan unit pertahanan, ruang angkasa, dan keamanan Boeing, General Atomics Aeronautical Systems, dan General Dynamics Land Systems dalam daftar entitas yang tidak dipercaya. Pemerintah Tiongkok melarang investasi lebih lanjut dari perusahaan tersebut, selain larangan bepergian bagi manajemen senior perusahaan.
Pada bulan April, Tiongkok membekukan aset General Atomics Aeronautical Systems dan General Dynamics Land Systems. Sekadar informasi, General Dynamics mengoperasikan setengah lusin operasi Gulfstream dan Jet Service di Tiongkok. Selain itu, General Atomics membuat drone Predator dan Reaper yang digunakan militer AS.
Bagi Boeing, ini merupakan kali kedua larangan tersebut diberlakukan. Pada tahun 2022, Tiongkok memberikan sanksi kepada Presiden dan CEO Pertahanan, Antariksa dan Keamanan Boeing Ted Colbert setelah perusahaan tersebut memenangkan kontrak senilai US$355 juta untuk memasok rudal Harpoon ke Taiwan. Namun, Tiongkok belum menentukan jenis sanksi apa yang akan dikenakan kepada Boeing.
Taiwan sendiri sedang menghadapi serangan militer yang dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Mereka kerap menerbangkan pesawat tempur dan mengirim pesawat tempur ke Taiwan.
Untuk mencapai tujuan ini, Lai Ching-te berjanji untuk memperkuat keamanan Taiwan dengan mengimpor jet tempur canggih dan teknologi lainnya untuk meningkatkan industri pertahanan dalam negerinya. (Das/Das)