Jakarta –
Read More : Liverpool Vs Ipswich: The Reds Unggul 3-0 di Babak Pertama
Ada banyak video di media sosial yang menunjukkan turis India mengendarai Mini Cooper atau Mini Cabrio tetapi mengisi bahan bakar di SPBU ritel.
Saat dikonfirmasi Detikcom, peristiwa itu terjadi pada awal Maret 2024 di Canggu, Bali. Menurut Firdauzeus, pemilik akun TikTok yang mengunggah video viral tersebut, dirinya tidak yakin mobil mana yang dikendarai turis tersebut hingga lupa mobilnya. tempat kejadian itu terjadi.
“Di Kanguda kejadiannya menjelang bulan puasa,” kata pemilik akun TikTok Firdauzeus melalui pesan singkat, Sabtu (20 April 2024).
Berdasarkan analisa detikOto, mobil tersebut adalah Mini Carbio. Mobil ini didasarkan pada Mini Cooper 3 pintu, tetapi dengan atap convertible.
Video tersebut memperlihatkan dua turis di dalam mobil sport tanpa kap. Mereka ingin membeli bahan bakar untuk mobil mereka.
Operator toko kelontong melihat bahasa Inggris yang patah-patah menjelaskan bahwa bensin yang dijualnya adalah Pertamax dan Pertalit biasa.
“Biasa, biasa saja,” jawab turis asal India itu saat ditanya jenis bensin apa yang diinginkannya.
“Benar,” kata penjaga toko. Setelah memastikan bensin mana yang diinginkannya, turis tersebut menjelaskan bahwa dirinya ingin membeli bensin seharga Rp 70.000.
Salah satu turis India khususnya tersesat karena tidak bisa membuka tutup tangki bensin Mini Carbio yang dibawanya. Setelah beberapa saat, ia menyadari bahwa tutup bahan bakar dapat dibuka dengan tekanan langsung dan mobil dapat dibuka.
Pemilik toko langsung mengisi bahan bakar Mini Cabrio setelah membuka tutup tangki bensin dan mengisinya dengan bensin eceran. Namun, alih-alih menggunakan kaleng atau botol, SPBU retail ini memiliki dispenser ala SPBU.
Faktanya, yang terbaik adalah mengisi mobil dengan bahan bakar eceran, tetapi jika Anda tidak dapat menemukan pompa bensin di jalan, ini adalah pilihan terakhir.
Pasalnya, bensin eceran seringkali dijual dengan perangkat penyimpanan bahan bakar yang tidak memadai. Akibatnya, kotoran di tempat penyimpanan bisa bercampur dengan bensin.
Mengutip MyPertamina, bensin eceran memiliki sejumlah dampak negatif pada kendaraan Anda. Sebab, bensin eceran belum diketahui kualitasnya.
Ada kemungkinan penurunan kualitas. Karena bensin sering diisi dalam botol kaca dan ditinggalkan di pinggir jalan, sehingga sangat sensitif terhadap sinar matahari. Itu dapat mengubah komposisi kimianya. Kualitasnya juga menurun.
Penggunaan bahan bakar berkualitas buruk juga berdampak buruk pada mesin. Akibat perubahan komposisi mesin, dapat terjadi pembentukan kerak. Korosi sering terjadi pada beberapa komponen, seperti katup, piston, dan kepala silinder. Kerang ini dapat menyebabkan mesin menggelitik.
Jika kebiasaan mengisi bensin berkualitas rendah ini dilakukan terus menerus, kotoran yang menumpuk juga bisa menyebabkan kerusakan pada pompa bensin. Saksikan “Viral Pria di Genangan Air Protes Jalan Rusak di Palembang” (mhg/riar)