Jakarta –
Tubuh yang sehat dan panjang umur merupakan dambaan banyak orang. Seperti yang Anda lihat, ada berbagai kebiasaan “membalikkan” usia untuk menjaga keremajaan. Salah satu caranya adalah tren biohacking.
Biohacking adalah praktik yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, kinerja, dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi sehat, sehingga mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit kronis.
“Beberapa orang mungkin ingin melakukan biohack gaya hidup mereka agar terlihat dan merasa lebih muda. Yang lain mungkin ingin mengatasi masalah kesehatan kronis, dan yang lain mungkin ingin hidup sampai usia 150 tahun,” kata pakar asal Inggris Tim Gray, dikutip Mirror, Sabtu. (29.09.2024).
Terlepas dari tujuannya, biohacking pada dasarnya memiliki prinsip dasar yang sama yaitu meningkatkan nutrisi, tidur, hidrasi, dan lingkungan agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Beberapa hal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah: 1. Makan sehat dan tetap terhidrasi
Pastikan tubuh Anda makan sehat dan tetap terhidrasi. Fokus pada meminimalkan makanan olahan dan memperbanyak makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, dan daging.
Prinsipnya adalah memilih makanan yang sedekat mungkin dengan alam, menghindari makanan olahan dan menghindari bahan kimia tambahan, pengawet dan pestisida. Tidurlah minimal 7 jam sehari
Tidur yang berkualitas berperan penting dalam memulihkan tubuh dari kerusakan akibat beraktivitas seharian. Tidur dapat menjadi dasar untuk pengisian ulang dan pemulihan.
Kualitas tidur dapat memberi tahu banyak hal tentang gaya hidup dan pemulihan fisik seseorang. Seseorang harus memiliki keseimbangan yang baik antara tidur nyenyak, tidur ringan dan tidur REM (rapid eye motion).3. Periksa kesehatan mulut Anda
Menjaga kesehatan mulut merupakan faktor penting dalam biohacking. Salah satu caranya adalah dengan mengoleskan minyak kelapa di sekitar mulut Anda selama 10 menit dan mengikis lidah Anda untuk menjaga kesehatan mikrobioma.4. Maksimalkan paparan sinar matahari
Tubuh manusia dirancang untuk bangun dan tidur dengan sinar matahari. Cahaya memicu sinyal sirkadian yang mendorong seseorang keluar rumah di pagi hari untuk mendapatkan cahaya alami. Ini bertujuan untuk mendukung respons kortisol dan energi.
Sinar matahari menekan sekresi hormon tidur melatonin manusia.
NEXT: Jangan lupa berbahagia!
(avk/kna)