Jakarta –

Read More : Anggaran Kementerian Perhubungan Dipangkas 43% Lebih, Sisa Rp 17 T

Sudah 70 tahun sejak Agung Concern Group didirikan. Tentu tidak mudah bagi perusahaan keluarga ini untuk bertahan dan berkembang, dan saat ini sudah melibatkan generasi ketiga dalam operasionalnya. Untuk memperingati perjalanan panjang tersebut, acara peringatan 70 tahun Agung Concern Group dan gala dinner digelar di Raffles Hotel Jakarta pada Rabu (24/7/2024) malam.

Mengangkat tema ‘Sparking Innovation, Empowering the Future’, pesta perayaan 70 tahun Agung Concern Group dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar. Panjaitan, CEO Mahatma Ilham Panjaitan dan pejabat negara lainnya serta relasi bisnis Agung Concern.

Agung Concern Group Bakti Ketua H.M. Kesaksian Panjaitan mengungkapkan bahwa dengan komitmen dan dedikasi menghadapi tantangan multifaset, kini perusahaan menjadi kokoh dan matang berlandaskan 4 pilar bisnis yaitu Otomotif, Logistik, Jasa, Investasi, Inovasi dan Teknologi Informasi.

Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu serta para tamu undangan, mari kita rayakan pencapaian ini dengan menikmati jamuan dan persembahan istimewa yang disiapkan untuk masa depan kita dari Agungkonern, ujarnya dalam keterangannya, Kamis. 25/7/2024).

Sementara itu, pendiri Luhut Agung Concern Group, Samuel Panjaitan (almarhum), yang akrab disapa Bapak Tua, bercerita tentang persahabatannya dengan anak-anaknya. “Saya belajar banyak dari orang tua itu, terutama tentang kedisiplinannya.” dia berkata

Menko LBP pun mengaku bangga dengan perjalanan Agung Concern Group yang tahun ini telah menginjak usia 70 tahun. Ia mengatakan, tidak mudah bagi perusahaan keluarga dan penduduk asli Indonesia untuk bertahan puluhan tahun.

“Perusahaan keluarga, lagi-lagi lokal, tidak mudah bertahan 70 tahun. Mudah-mudahan bisa bertahan 70 tahun ke depan dan seterusnya,” kata Luhut yang disambut tepuk tangan.

Benar Banyak perusahaan keluarga yang tidak mampu bertahan pada generasi kedua, ketiga, dan berikutnya. Salah satu dari sedikit perusahaan tersebut, Agung Concern Group, memulai perjalanan panjang selama 70 tahun pada tahun ini, dengan lebih dari 5.000 karyawan yang tersebar di seluruh negeri.

Menariknya, melalui ayahnya (generasi ke-1) Samuel Panjaitan, Agung Concern merupakan perusahaan keluarga yang mengoperasikan showroom dan bengkel di Surabaya, Jawa Timur. Usahanya kemudian berkembang menjadi importir kendaraan bermotor, salah satunya merek Toyota. Perusahaan kemudian membuka cabang di Jakarta, mengimpor suku cadang dan memproduksi mobil.

Karena perkembangan dunia otomotif di Indonesia dan pengalaman menjual kendaraan bermotor merek Toyota, Agung Concern dianggap sebagai dealer utama Toyota. Agung Toyota, salah satu dari lima diler Toyota yang didirikan sejak tahun 1972, berafiliasi dengan Auto 2000, Kalla Group, Hasrat Abadi dan Nasmoko Group. Agung Toyota kini tampaknya menguasai pasar mobil di wilayah Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Bali.

Kini, 70 tahun kemudian, Agung Concern Group telah merambah ke berbagai sektor usaha mulai dari transportasi darat dan laut, logistik, pergudangan, properti hingga teknologi informasi. Didirikan oleh mendiang pasangan Samuel Panjaitan dan Austina Emmanuel, perusahaan keluarga ini kini sukses berkembang di bawah kendali generasi kedua, termasuk generasi ketiga.

Ada beberapa poin penting yang bisa dijadikan pelajaran bagi perusahaan keluarga jika ingin eksis dan bertahan hingga puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Hal ini mencakup mengubah filosofi kekeluargaan menjadi budaya perusahaan, membangun tim serta cerdas dalam membaca situasi, dan mewujudkan bisnis yang menguntungkan.

Memasuki generasi kedua, Agung Concern Group H.M. Selesai. Kredensial Panjaitan sebagai Direktur Utama dan Mahatma Ilham Panjaitan yang menjabat CEO

Merayakan ulang tahunnya yang ke-65 di tahun 2021 ini, Ilham berbagi resep suksesnya di perusahaan keluarganya, yakni menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.

“Sederhana saja. Orang yang tepat dan tempat yang tepat, begitulah semuanya akan berjalan,” kata Ilham, yang lebih akrab disapa MIP, dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada tahun 2021 untuk meluncurkan buku tentang perjalanan hidupnya. Bertajuk ‘Panjaitan Van Menteng Sang Ayah baptis’ ditulis jurnalis Putut Trihusodo dan Dwtri Waluyo dengan gaya reportase yang menarik.

Mengutamakan kompetensi, kompetensi dan integritas di atas hubungan darah

Dalam keterangannya kepada beberapa media, Ilham berpesan agar mengedepankan kompetensi, efisiensi, dan integritas dalam menjalankan perusahaan dibandingkan sekedar hubungan darah sebagai nilai-nilai perusahaan. Anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Samuel Panjaitan dan Ostina Emmanuel, beliau menjunjung prinsip inti ini dalam posisi perusahaannya.

“Kalaupun keluarganya tidak mampu, tetap harus pindah. Ada tempat untuk keluarga dan fungsi lainnya, yang dijamin tidak mengganggu pengelolaan usaha,” ujar pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas tersebut. Indonesia.

Sebagai Chief Executive Officer (CEO) sebuah grup bisnis modern dengan struktur organisasi terkini, Ilham berbagi seluruh tanggung jawab dan tugas sehari-hari di antara para pemimpin perusahaan. Ada tingkat eksekutif di tingkat direktur, yang secara formal disebut chief operating officer (COO). Kebanyakan dari mereka adalah karyawan asli yang memulai karirnya di level staf. Mereka bisa mencapai puncak kariernya karena terbukti kompeten, cakap, inovatif, dan loyal.

Terkait perubahan lingkungan bisnis saat ini (berbasis IT) yang antara lain didorong oleh, menurut putra satu-satunya Moshe Daron Panjaitan, Ilham, perubahan merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, pria kelahiran Jakarta, 23 Juni 1956 ini mengatakan, perubahan perlu disikapi secara hati-hati dan proporsional. Jangan meremehkannya atau menganggapnya terlalu penting.

Ia mengatakan, “Bisnis bukan persoalan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Semua pihak harus merasa menang dan puas karena bisa menikmati manfaat yang adil. Termasuk anak-anak (karyawan dan keluarga) yang penghidupannya dipertaruhkan. Pada aktivitas perusahaan.”

Saat ini kelompok usaha tersebut terdiri dari generasi ketiga yaitu Muhammad Riano Panjaitan, Livia Villenesia Panjaitan dan Moses Doron Panjaitan.

Ilham menegaskan, untuk mencapai posisinya saat ini, siapapun mereka, termasuk keluarga inti Panjaitan, harus melalui berbagai tingkat tanggung jawab dan perjalanan di dalam perusahaan. Meskipun demikian, mereka harus siap mengikuti langkah-langkah tersebut sebagai profesional.

Jelas dengan perjalanan bisnis yang begitu panjang, Agung Concern Group mempunyai modal yang kuat untuk menjadi salah satu pemain bisnis terpenting menuju Indonesia Emas 2045. (Promosi Konten/Agung Concern Group)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *