Pekalongan –
Read More : Pesawat Jatuh Tewaskan 61 Orang di Brasil, Ini Teori Pakar
Hotel syariah pada dasarnya berbeda dengan hotel konvensional karena hotel ini memiliki aturan dan regulasi yang harus dipatuhi oleh wisatawan. apa pun?
Hotel syariah mulai menjadi tren di kalangan wisatawan. Wisatawan akan merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya ketika menginap di hotel ini.
DetikTravel juga singgah di Aston Hotel Pekalongan Syariah untuk merasakan langsung perbedaan hotel ini dengan hotel tradisional.
Penerapan prinsip syariah pada setiap layanan menjadikan hotel syariah berbeda dengan hotel reguler dalam beberapa hal mendasar.
Berikut 6 perbedaan hotel syariah dan hotel tradisional: 1. Pasangan harus menunjukkan bukti nikah.
Di hotel tradisional, pelancong biasa biasanya hanya akan memeriksa status KTP, terlepas apakah sesuai dengan reservasi, dan tidak akan memeriksa status perkawinan.
Namun di hotel syariah, mereka memeriksa apakah pasangan yang datang ke hotelnya sudah menikah. Caranya dengan mengecek apakah KTP dan alamat pendaftaran rumah keduanya sama.
Biasanya, suami dan istri memiliki alamat tempat tinggal yang sama di KTP-nya. Atau bisa juga menunjukkan bukti nikah lainnya seperti foto, akta nikah, atau kartu keluarga.
Pasangan non-Islam dilarang menginap di hotel Islami. Jika tidak dapat menunjukkan bukti tersebut, maka pasangan yang melakukan perjalanan tersebut dapat ditolak masuk ke hotel syariah dan uang yang telah dibayarkan akan dikembalikan. 2. Tersedia makanan dan minuman halal
Sebagai hotel Islami, Aston Pekalongan Islamic Hotel menawarkan jaminan makanan dan minuman halal. Hotel ini tidak menyajikan atau menjual minuman beralkohol. Penumpang juga dilarang membawa minuman beralkohol ke dalam kamar. 3. Ada masjid di hotel
Lobi Aston Pekalongan Syariah menampilkan Masjid Ar Raudha. Kehadiran masjid ini memastikan pengunjung dan staf dapat memenuhi kebutuhan salat berjamaah.
Pada hari Jumat, pihak masjid akan melaksanakan salat Jumat berjamaah di hadapan ustaz khatib setempat. Ya, area pemandian di masjid ini juga dipisah untuk pria dan wanita. Para suster tidak perlu khawatir tubuh mereka terlihat saat pembaptisan. 4. tidak ada musik
Musik yang diputar juga tidak ada di Aston Pekalongan Syariah Hotel. Beberapa Muslim menganggap musik dilarang. 5. Mengikuti musik Murotar dan pengajarannya
Sebagai gantinya, Aston Pekalongan Syariah Hotel akan mengumumkan Murottal Al Quran disertai Dzikir, Shalawat dan ustaz 24 jam sehari.
Musik murotar terdengar dari aula, koridor, dan ruangan. Namun, jika ada penumpang yang tidak mau mendengarkan karena alasan pribadi, mereka dapat memilih untuk mengecilkan volume melalui tombol di kamar masing-masing. 6. Materi doa dan Al Quran lengkap disediakan
Kamar tersebut akan menyediakan fasilitas salat yang lengkap bagi wisatawan. Laki-laki diberi saron dan perempuan diberi mukhna. Sajadah juga tersedia untuk digunakan.
Tak hanya itu, setiap ruangan juga dilengkapi dengan buku salat dan mushaf Alquran. Setiap kamar juga dilengkapi dengan petunjuk arah kiblat, sehingga wisatawan tidak perlu bingung menentukan arah sholat. Saksikan video “IKN rayakan HUT RI, hotel penuh, harga naik” (wsw/wsw)