Jakarta –

Read More : Pria dengan Sperma Sehat Berumur Panjang, Usia Bisa Bertambah Hingga 3 Tahun

Kadar gula darah yang tinggi seringkali dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis. Namun sebenarnya masih banyak hal lain yang menjadi penyebab gula darah tinggi. Biasanya gula darah normal orang dewasa adalah kurang dari 100 mg/dL untuk gula darah puasa dan kurang dari 140 mg/dL untuk gula darah setelah makan. Kadar gula darah perlu dijaga agar tetap berada pada kisaran normal. Hal ini untuk menghindari dampak kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

“Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan merasa lebih baik ketika gula darahnya berada pada tingkat yang sehat,” jelas Lynn Grieger, RDN, CDCES, seorang personal trainer di Prescott, Arizona, dikutip dalam EverydayHealth.

Sementara itu, dalam jangka panjang, ini adalah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi diabetes, tambahnya.

Sudahkah Anda mengurangi makanan manis, tapi gula darah masih sulit dikendalikan? Bisa jadi ada kebiasaan tertentu yang Anda lakukan setiap hari yang tanpa disadari memengaruhi metabolisme Anda, seperti mengonsumsi makanan yang tidak biasa, kurang tidur, atau tidak berfungsi dengan baik.

Dikutip dari Everyday Health, berikut penyebab gula darah tinggi yang tidak boleh dianggap remeh: 1. Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh.

Karbohidrat adalah salah satu nutrisi yang paling sering dikaitkan dengan diabetes. Namun, karbohidrat bukanlah satu-satunya hal yang perlu diwaspadai oleh penderita penyakit ini.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak, terutama lemak jenuh, dapat meningkatkan risiko resistensi insulin. Peningkatan lemak perut juga dapat menyebabkan penurunan sensitivitas insulin.

Namun, bukan berarti penderita diabetes harus sepenuhnya menghindari makanan berlemak. Klinik Cleveland merekomendasikan 25 hingga 35 persen kalori harian berasal dari lemak. Sedangkan asupan lemak jenuh seperti keju, daging merah, dan gorengan sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari asupan kalori harian.

Sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari, terutama bagi penderita diabetes. Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa mereka yang melewatkan sarapan memiliki gula darah lebih tinggi dibandingkan orang yang sarapan secara teratur.

Para peneliti menyimpulkan bahwa melewatkan sarapan dapat mengganggu fungsi sel beta pankreas yang memproduksi insulin.

Usahakan untuk sarapan secara teratur dan makan makanan kaya nutrisi dan rendah karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil 3. —⁠Jarang berolahraga

Olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel-sel tubuh dapat menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Sebuah tinjauan penelitian juga mengungkapkan bahwa olahraga teratur dapat membantu penderita diabetes tipe 2 mengurangi ketergantungannya pada obat penurun gula darah.

Di sisi lain, gaya hidup yang kurang gerak dapat menyebabkan peningkatan gula darah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidak aktif selama tiga hari dapat meningkatkan kadar gula darah pada orang sehat dan aktif.⁠

Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Ketika hormon ini meningkat, tubuh bisa menjadi sangat lemah terhadap insulin.

Ahli gizi yang berbasis di Prescott, Arizona, Lynn Grieger, RDN, CDCES mengatakan bahwa alih-alih menghilangkan stres dengan makanan, cobalah melepaskannya melalui aktivitas fisik.

“Renggangkan kaki Anda selama lima menit atau ambil 10 napas dalam-dalam untuk memperlambat pernapasan Anda,” katanya, “dan ada rutinitas yang dapat Anda kembangkan, seperti olahraga harian atau metode meditasi.”⁠ 5 Tidak bisa tidur

Menurut Sleep Foundation, banyak penelitian tentang diabetes menemukan kaitannya dengan kualitas tidur yang buruk. Kurang tidur dapat menyebabkan pelepasan hormon kortisol sekaligus menurunkan hormon insulin yang dikeluarkan saat Anda makan.

Tak hanya itu, kurang tidur dapat meningkatkan hormon rasa lapar sehingga mendorong seseorang untuk makan lebih banyak. Hal ini dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi.

Orang dewasa disarankan untuk tidur minimal tujuh hingga sembilan jam setiap malam untuk menunjang kesehatan yang baik 6. Tidak menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan baik

Penyakit gusi diketahui merupakan komplikasi dari diabetes tipe 2. Namun, para peneliti menemukan bahwa gusi yang tidak sehat dapat menyebabkan peningkatan gula darah.

American Dental Association merekomendasikan agar penderita diabetes tipe 2 lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan gusinya. Sikat gigi dua kali sehari, bersihkan gigi dengan benang, dan kunjungi dokter gigi secara teratur. Simak Video “Mengenal Berbagai Jenis Hepatitis” (ath/suc)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *