Jakarta –
Read More : Maudy Ayunda hingga Marion Jola Ikut Ramaikan Renjana Cita Srikandi
Youtuber Saaih Halilintar tak ikut PON XXI Aceh-Sumut 2024 karena urusan administrasi. Dari penjelasan Paulus Rudy, Manajer Tim Olahraga Golf PON Provinsi Banten, Saaih Halilintar lamban dalam memberikan NPWP dan BPJS yang menjadi persyaratan.
Berikut empat poin penjelasan Saaih Halilintar soal tak ikut PON 2024:1. Merasa seperti Anda tidak pernah diberitahu
Lenggoni Faruk, ibu dari Saaih Halilintar, mengatakan, sebelum berangkat umrah, mereka memastikan kewajiban Saaih yang mengikuti kualifikasi atlet PON 2024 terpenuhi. Namun mereka menyatakan belum pernah mendapat kabar mengenai kelengkapan persyaratan tersebut.
“Tapi kami tidak diberitahu, kami tidak diberitahu. Saat ditanya… Saat kami menyerahkan KTP, kami tidak diberitahu, misalnya BPJS, NPWP dan tambahan lainnya, kami diberitahu pada pertengahan Agustus. Sampai saat itu akhir Agustus,” kata Lenggoeni Faruk saat menjadi bintang tamu Rumpi: No Secret di studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (09/09/2024).
Sementara itu, Paulus Rudy dalam video penjelasannya mengatakan, seluruh persyaratan lengkap seperti KTP atau KIA, KK, BPJS, dan NPWP telah diberitahukan kepada 16 atlet yang namanya masuk dalam daftar panjang atlet golf Banten, sejak Januari 2024.
Pada Maret 2024, Saaih Halilintar dikabarkan menyerahkan KTP dan KK miliknya serta menyatakan berdomisili di Banten. Hingga akhir Juli 2024, mereka harus memaparkan nama lima atlet golf yang akan mewakili Banten di PON 2024.
“Saya komunikasi terus menerus dengan tim pengelola atau apa status Saaih, saya selalu ingat jangan lupa NPWP, BPJS. Ini bukan hanya untuk Saaih saja, tapi juga untuk yang lain karena pada akhir Juli ini seharusnya lima nama yang akan diikutsertakan untuk berlaga di PON sudah kita setorkan,” kata Paulus Rudy sambil menegaskan ada bukti dalam pembicaraannya.
“Bahkan sudah ada pertemuan di bulan Juli, kami masih sampaikan ke WA dan tim pengelola (Saaih) bahwa di mata saya tetap sama, 16 orang ini hanya berpeluang bertanding di PON,” tegasnya. 2. Mendapatkan BPJS sejak tahun 2018 dan NPWP tahun 2020
Saaih Halilintar telah diblokir oleh NPWP dan BPJS yang baru saja diperkenalkan. Sementara Saaih mengaku sudah memiliki BPJS dan NPWP.
Sedangkan untuk NPWP dan BPJS, Saaih sudah memiliki BPJS sejak 2018, NPWP sejak 2020, kata Lenggogeni Faruk dikonfirmasi Saaih.
“Kalau dibilang saya tidak punya NPWP, saya juga merasa aneh, kaget. Sebenarnya saya punya NPWP tahun 2020. Padahal, kerennya presiden kita saat ini, dia -KTP-nya sudah datang sekarang. NPWP”, lanjut Saaih Halilintar.
Rudy Paulus dalam penjelasannya mengatakan, dirinya berkomunikasi dengan tim manajemen Saaih Halilintar untuk mengingatkan mereka agar mengisi rincian administrasi. Pengingatan pengisian data juga berlaku bagi 15 atlet lainnya yang masuk dalam daftar panjang dan berpeluang mengikuti PON 2024.
Sedangkan dari pihak Saaih, hingga tanggal 30 Juli, WA saya terus bertanya, ‘Paman, bolehkah saya menggunakan NPWP orang tua saya?’ “Pertanyaan saya penting, ada yang tidak terjawab, kedua, saat itu saya jawab, ‘Maaf, Saaih tidak bisa ikut PON karena tidak memenuhi syarat administrasi’,” kata Paulus Rudy.
Baru pada 1 Agustus 2024, Saaih Halilintar menyelesaikan BPJS dan NPWP. Sementara itu, pada 1 Agustus PB PON menerbitkan surat keputusan atlet yang akan bertanding.3. Menolak kepatuhan yang lambat terhadap persyaratan administratif
Lenggoeni Faruk membantah Saaih Halilintar lambat dalam memberikan data administrasi.
“Kalau Saaih untuk NPWP dan BPJS, Saaih BPJS sudah punya sejak 2018, NPWP sejak 2020. Jadi bagi kami secepat kilat. terlambat? Mungkin di pihak kami, kami akan mencoba yang terbaik.
Paulus Rudy mengatakan, syarat administrasi KTP atau KIA, KK, NPWP dan BPJS sudah dijelaskan sejak Januari 2024. Saat pertama kali diperkenalkan, KTP Saaih masih DKI Jakarta, dan pada Maret 2024 Saaih memperbarui datanya dengan KTP Banten beserta Kartunya. Keluarga (KK).
Akhir Juli 2024, mereka harus menyerahkan nama lima atlet yang akan mengikuti PON 2024. “Parti Saaih, hingga 30 Juli WA buat saya, saya terus bertanya, ‘Paman, apakah orang tuanya bisa NPWP?’ “Pertanyaan saya penting, ada yang tidak terjawab, kedua, saat itu saya menjawab: ‘Maaf Saaih tidak bisa ikut PON karena belum disetujui administrasinya,’ kata Paulus Rudy.
“Tanggal 1 Agustus SKnya sudah siap, kami terima dari PB PON. Tanggal 6 Agustus kami berikan informasi atau pernyataan bahwa ini adalah atlet yang sudah terverifikasi sebagai atlet PON Banten, terima kasih kepada yang lain, ”kata Paulus Rudy.
Sementara Saaih mengaku baru mengirimkan BPJS dan NPWP pada 1 Agustus. “Saaih sendiri baru kirim ke saya tanggal 1 Agustus, ada tes juga, NPWP dan BPJS. Iya, saya bilang: ‘Sudah terlambat, maaf. Saya tidak berani mengambil risiko memasukkan pemain. yang persyaratannya tidak terpenuhi karena itu “Ini berbahaya bagi tim karena kami bermain sebagai tim. Selanjutnya Banten hanya meloloskan dua atlet putra saja,” tutupnya. Bantah meminta menggunakan NPWP orang tua
Paulus Rudy mengatakan, ada salah satu tim Saaih Halilintar yang masih meminta NPWP pada 30 Juli lalu. Mereka mempertanyakan boleh tidaknya menggunakan NPWP orang tua Saaih Halilintar.
Sedangkan dari pihak Saaih, sampai akhir bulan tanggal 30 Juli, ada WA untuk saya, WAnya masih ada, masih bertanya: ‘Paman, bolehkah saya menggunakan NPWP orang tua saya?’. dalam hati berarti yang satu tidak ketemu, yang kedua. Saat itu saya jawab, ‘Maaf, Saaih tidak bisa ikut PON karena tidak disetujui secara administratif’, kata Paulus Rudy.
Saaih Halilintar membantah adanya pembicaraan seperti itu.
“Tidak ada (bicara). Belum pernah ada yang seperti ini, jujur saya bisa tunjukkan sekarang di WA, tidak ada yang seperti ini,” kata Saaih Halilintar. Saksikan video “Respon Thariq Halilintar terhadap Saaih yang Tak Bisa Ikut PON” (pus/dar)