Jakarta –

Read More : Trump Setop Bantuan Medis-Obat Pasien HIV, Malaria, dan TBC di Negara Miskin

Pernahkah Anda mengalami keluhan pusing saat berdiri, pusing, atau pingsan saat beraktivitas? Gejala-gejala ini tidak boleh dianggap enteng karena dapat mengindikasikan tekanan darah rendah.

Hipertensi atau hipotensi adalah suatu kondisi medis yang terjadi ketika tekanan darah lebih rendah dari normal, yakni kurang dari 60/90 mmHg. Lalu apa saja penyebab darah rendah dan apa saja gejalanya serta cara mengatasinya? Di bawah ini penjelasan 10 penyebab tekanan darah rendah

Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba sebenarnya bisa terjadi setelah makan, saat Anda cepat bangun, atau saat Anda mengalami peristiwa traumatis. Namun selain hal tersebut, ada faktor lain yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Mengutip dari situs Myoclinic dan Cleveland Clinic, berikut penyebabnya: 1. Dehidrasi.

Demam, diare parah, muntah, olahraga berat, dan penggunaan obat yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, berdampak pada penurunan volume darah dan selanjutnya menyebabkan tekanan darah rendah.2. Kehilangan darah

Selanjutnya, penurunan tekanan darah yang parah bisa terjadi ketika tubuh kehilangan darah karena cedera atau pendarahan 3. Malnutrisi saat diet

Kebanyakan orang lupa memperhatikan makanan saat sedang diet. Faktanya, kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi menghalangi tubuh memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup, sehingga menyebabkan tekanan darah rendah.4. Infeksi atau reaksi alergi

Dalam beberapa kasus, tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh infeksi pada aliran darah (septikemia), yang menyebabkan syok hipotensi. Kehati-hatian harus diberikan karena kondisi seperti itu dapat mengancam jiwa. Selain infeksi, faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah turun secara tiba-tiba adalah reaksi alergi parah atau anafilaksis. Penyakit hormonal

Selain itu, penyakit yang berhubungan dengan hormon seperti kekurangan hormon (penyakit Addison) dan hipoglikemia (hipoglikemia) juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. penyakit jantung

Selain gangguan endokrin, infark miokard, gagal jantung kongestif, dan detak jantung rendah (bradikardia) juga menjadi faktor penyebab penurunan tekanan darah.7. Kehamilan

Tekanan darah rendah lebih sering terjadi saat memasuki trimester pertama, kedua, atau minggu ke-24 kehamilan. Tekanan darah biasanya kembali normal setelah melahirkan. Tekanan darah rendah pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh pendarahan atau komplikasi.8. Konsumsi alkohol dan obat-obatan

Konsumsi alkohol dan obat-obatan harus dipantau karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Antidepresan, diuretik, atenolol, Lasix, imipramine, dan propranolol merupakan beberapa jenis obat yang berisiko menyebabkan tekanan darah rendah. Faktanya, suplemen herbal dan pengobatan rumahan dapat menurunkan tekanan darah.9. suhu ekstrim

Faktor lainnya adalah suhu yang sangat dingin atau panas juga dapat mempengaruhi keadaan hipotensi dan memperburuk gejala tekanan darah rendah.10. Penyakit saraf

Gangguan saraf seperti penyakit Parkinson dapat mempengaruhi kemampuan sistem saraf dalam mengontrol tekanan darah dalam tubuh. Penderita penyakit saraf biasanya mengalami gejala tekanan darah rendah setelah makan karena sistem pencernaannya membutuhkan lebih banyak suplai darah untuk mencerna makanan.

Setelah Anda mengetahui penyebab darah rendah, berikut beberapa kondisi fisik yang perlu diwaspadai sebagai gejala darah rendah atau darah tinggi: pusing, lemas, pingsan, kulit pucat, detak jantung terlalu cepat atau terlalu lambat, sulit berkonsentrasi. , mual atau muntah, pingsan Cara mengatasi darah rendah.

Tergantung pada faktor penyebab dan jenis hipotensi yang Anda alami, ada berbagai cara untuk mengatasi tekanan darah rendah. Berikut beberapa cara mengatasi darah rendah yang dibagikan Healthline dan Myoclinic: 1. Ubah pola makan

Jika Anda sering merasakan penurunan tekanan darah setelah makan, ada baiknya Anda mengatur ulang pola makan. Usahakan makan dalam porsi kecil sesering mungkin sepanjang hari dibandingkan makan dalam jumlah banyak. Selain itu, hindari langsung berdiri setelah makan. Minumlah air yang cukup

Asupan air sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi setiap hari. Maka untuk mencegah tekanan darah rendah akibat dehidrasi, pastikan Anda banyak minum air putih, terutama saat sedang diare atau muntah. Terkadang, dokter juga menganjurkan mengonsumsi elektrolit untuk menjaga tekanan darah. Bangun perlahan

Jika Anda memiliki tekanan darah rendah, hindari bangun pagi. Sebaiknya, ubah posisi secara perlahan dengan gerakan kecil. Kenakan kaus kaki kompresi

Stoking kompresi atau stoking penyangga terbuat dari bahan elastis dan biasa digunakan untuk meredakan nyeri dan bengkak akibat varises. Mengenakan kaus kaki ini juga bermanfaat memperlancar aliran darah dari kaki hingga jantung. Perawatan medis

Solusi utama untuk mengobati tekanan darah tinggi adalah dengan mencari pengobatan medis langsung dari dokter. Dalam kasus hipotensi kronis, dokter biasanya meresepkan obat yang disebut midodrine untuk meningkatkan tekanan darah.

Memahami penyebab dan gejala yang menyertai tekanan darah rendah bisa sangat membantu dalam menemukan pengobatan yang tepat. Jika perlu, temui dokter untuk diagnosis dan pengobatan lebih lanjut. Tonton video “Makan sepuasnya tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi lambung” (line/line).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *