Batavia –
Read More : Daftar Orang Terkaya Singapura Gegara Konser Taylor Swift cs, Ada yang Lahir di RI
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahiu Trenggono mengajak seluruh masyarakat global untuk mendukung program pengelolaan air di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini terjadi pada Dialog Bersama Aliansi Global G20 tentang “Sumber Daya Air Tawar dan Laut yang Berkelanjutan”, yang merupakan side event dari World Water Forum (WWF) di Denpasar, Bali.
Menurut Trenggono, minimnya pendanaan saat ini menjadi salah satu kendala pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.
“Forum ini penting terutama sebagai solusi mengatasi financing gap untuk mendukung tujuan pembangunan khususnya di negara berkembang, negara kepulauan kecil, dan negara terbelakang,” ujarnya melalui surat, Minggu (19/05/2024). .
Diketahui, hasil penelitian United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyebutkan diperlukan dana ideal sebesar 175 miliar dolar AS per tahun untuk mendukung tujuan pembangunan di sektor maritim. Namun data tahun 2013-2018 menunjukkan pendanaan untuk 14 SDGs hanya sebesar $2,9 miliar per tahun.
Oleh karena itu, menurutnya, skema Global Financial Partnership (GBFA) sangat penting sebagai jembatan financing gap. Khususnya di negara-negara berkembang, negara kepulauan kecil dan negara berkembang dalam melaksanakan aksi melawan perubahan iklim, mencapai tujuan SDG 14.
“Pertemuan ini mempunyai peran strategis bagi seluruh negara dan seluruh pemangku kepentingan dalam kerja sama dan sinergi untuk mewujudkan sumber daya air tawar dan laut yang berkelanjutan,” ujarnya.
Trenggono menjelaskan, pemerintah Indonesia memiliki 5 kebijakan ekonomi biru untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan, yaitu perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan berdasarkan kuota yang terukur, pengembangan pertanian berkelanjutan di laut, maritim dan darat, pengendalian. dan pemantauan. pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta aksi pembersihan sampah plastik di laut dengan partisipasi nelayan.
Ia menilai program ini erat kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air darat dan laut secara berkelanjutan. Melalui lima program ekonomi biru, kata Trenggono, Indonesia ingin memastikan terpeliharanya ekosistem perairan, penyiapan pangan melalui makanan laut dan perikanan, serta mencapai pertumbuhan ekonomi yang merata di wilayah pesisir.
Menurutnya, jika ekosistem perairan dalam keadaan sehat maka akan mampu bertahan terhadap perubahan iklim yang begitu cepat yang kini menjadi masalah global.
“Indonesia sangat terbuka terhadap berbagai tujuan yang ingin berkolaborasi dan bersinergi dalam hal strategi, sumber daya manusia, data dan teknologi, pembiayaan, serta penguatan jaringan pasar dan pelaku usaha,” ujarnya. Saksikan video “Menteri Kelautan dan Perikanan di IABF 2024: Ekologi Harus Jadi Pemimpin” (ego/ego)