Jakarta –
Read More : Paula Verhoeven Klarifikasi Dugaan Adanya Pengkhianatan: Itu Tidak Benar!
Meskipun hotma sitompoel hilang, tetapi warisan dan kenangannya masih ada seperti yang melekat pada nanti.
Putranya, Dhito Sitompoel, mengatakannya. Dhito menjelaskan bahwa warisan terbesar yang ditinggalkan oleh ayahnya bukanlah masalah materi.
“Hotma telah menunjukkan hal -hal yang tidak dapat dinilai oleh uang. Banyak orang menganggap warisan sebagai materi, tetapi bagi kita adalah warisan iman, kepemimpinan, pelayanan yang terbesar. Dia mendirikan LBH Mawar Saron sejak 2002 dan saya percaya bahwa warisan itu akan terus bertarung.” (19/25).
Dhito juga tergerak untuk melihat begitu banyak bunga dan dukungan komunitas untuk ayahnya. Dia yakin ayahnya sangat berguna bagi banyak orang selama hidupnya.
“Saya melihat banyak bunga di depan rumah, saya sangat berterima kasih. Memang, ayah ini memiliki pengaruh. Biasanya kita melihat pengaruh seseorang setelah kematiannya, berapa banyak yang terjadi. Dan saya sangat bangga memiliki ayah saya sebagai sitompoel hotma,” katanya.
Meskipun kehilangan karakter ayahnya, Dhito Sitompoel tampak kuat dan penuh keyakinan bahwa ayahnya bahagia di tempat istirahat terakhirnya.
“Saya mengatakan kemarin bahwa untuk hidup, ada Kristus dan kematian adalah keuntungan. Papa sekarang bahagia di surga, dengan Tuhan Yesus Kristus. Kami dan keluarga kami akan melanjutkan warisan dan membela Mawar Saro untuk membantu yang lebih miskin dan dianiaya untuk dirayakan untuk merayakan nama Tuhan,” ia menyimpulkan.
Hotma Sitompoel meninggal pada hari Rabu (16/16/2025) di RSCM setelah melawan komplikasi. Sebelumnya, mayat itu dimakamkan di rumah pemakaman daerah Antasari di Jakarta Selatan. Tonton video “Video: Cross -komism That Tell selamat natal untuk majelis katedral” (fbr/wes)