Jakarta –
Read More : Penyaluran Pupuk Subsidi Ada 147 Aturan, Mau Dipangkas!
Pada April 2024, Tesla dikabarkan memberhentikan ribuan karyawannya. Kini perseroan telah menginvestasikan lebih dari US$ 500 juta atau Rp 8 triliun (kurs Rp 16.055) untuk investasi di stasiun pengisian.
Tesla ( TSLA.O ) berencana menghabiskan lebih dari $500 juta tahun ini untuk memperluas jaringan pengisian cepatnya. Hal tersebut diungkapkan CEO Tesla Elon Musk pada Jumat (10/5/2024) kepada Reuters, beberapa hari setelah memecat karyawannya secara tiba-tiba.
“Sekadar menegaskan kembali: Tesla akan menghabiskan lebih dari $500 juta untuk memperluas jaringan Supercharger kami untuk menciptakan ribuan pengisi daya baru tahun ini,” kata Musk dalam sebuah posting di platform media sosial X-nya.
“Itu hanya berlaku untuk lokasi baru dan perluasan, belum termasuk biaya operasional yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Musk mengatakan Tesla berencana memperluas jaringan Superchargernya dengan konstruksi yang lebih lambat di beberapa lokasi baru. Perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik juga mengadopsi Standar Pengisian Amerika Utara Tesla. Hal ini menjadikan supercharger perusahaan sebagai standar baru dalam industri dan dengan mengorbankan sistem pengisian daya gabungan yang bersaing.
Keputusan Musk untuk membuang peralatan pengisian daya listrik diyakini telah mengganggu rencana peluncuran stasiun pengisian cepat baru. Hal ini juga menunda upaya Presiden AS Joe Biden untuk melistriki jalan-jalan AS.
Sementara itu, pemerintahan Biden telah memberikan $5 miliar (Rs 80,2 triliun) kepada negara bagian untuk membangun 500.000 pengisi daya mobil listrik. Program ini berlangsung selama lima tahun.
Program ini merupakan bagian dari program infrastruktur kendaraan listrik nasional. Tesla telah menjadi salah satu pemenang pendanaan federal terbesar sejauh ini. (sunting/edit)