Phuket –

Read More : Baju Adat yang Dipakai Jokowi saat Upacara 17 Agustus dari Masa ke Masa

Bagi Anda yang suka meninggalkan review restoran, perlu berhati-hati saat berkunjung ke Thailand. Pasalnya baru-baru ini seorang pria asal Inggris ditangkap polisi setempat karena membuat review palsu.

Nama orang ini adalah Alexander. Dia berumur 21 tahun. Dia ditangkap dari wisma oleh Biro Investigasi Polisi Kerajaan Thailand.

Dia tinggal di sebuah apartemen dan ada sebuah restoran. Mansha ingin mengambil jalan pintas melalui restoran tetapi ditolak masuk dan kemudian bertengkar dengan staf.

Cara termudah untuk mencapai apartemen Alexander adalah restoran Italia. Namun pihak restoran melarang hal tersebut dan meminta Alexander menggunakan jalan umum agar tidak mengganggu pengunjung restoran.

Frustrasi karena strateginya gagal, dia mengundang teman-temannya untuk memberikan ulasan satu bintang kepada restoran tersebut. Akibatnya rating restoran tersebut di platform Google turun dari 4,8 menjadi 3,1.

Manajer restoran terkejut saat mengetahui bahwa peringkatnya turun karena begitu banyak ulasan buruk. Ulasan ini menyebabkan bisnis dan reputasi restoran menurun. Pada Agustus 2023, pihak restoran melaporkan kejadian aneh tersebut ke polisi setempat.

Phuket News melaporkan perselisihan itu terjadi pada tahun 2022 dan belum ada tanggal pasti kapan pemuda asal Inggris itu ditangkap. Pada tanggal 9 Mei 2024, pihak berwenang mengumumkan kasus tersebut melalui halaman Facebook mereka.

“Terdakwa sudah diserahkan ke petugas penyidik ​​Polsek Sakho untuk proses hukum lebih lanjut. Selama proses penyidikan, dia membantah semua dakwaan,” kata Mayor Polisi Jompreet Curing kepada Metro, Rabu (15/5/2024). ).

Jika terbukti bersalah, Alexander menghadapi hukuman dua tahun penjara atas tuduhan pencemaran nama baik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada perkembangan terkini mengenai kasus yang diajukan Alexander.

Kejadian serupa terjadi pada tahun 2020 sebelum kasus Sikandar terungkap. Seorang turis asal Amerika Serikat ditangkap karena melontarkan komentar buruk tentang tempat menginapnya di platform TripAdvisor.

Turis tersebut menulis bahwa Seaview Resort di Phuket mempraktikkan perbudakan modern dan memfitnah turis tersebut setelah menulis ulasan tersebut. Untungnya, dia dibebaskan setelah meminta maaf atas perilakunya.

Thailand dikenal sebagai negara yang menyangkal hal-hal tersebut dan masih menggunakan undang-undang usang yang mengekang kebebasan berekspresi.

Saksikan video “Thailand siap menyambut turis asing, tak perlu karantina” (Fem/Fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *