Jakarta –
Read More : 3 Cara Cek BPOM untuk Mengetahui Keamanan Produk, Gampang Banget!
Pemerintah telah memberikan sinyal untuk terus mengerjakan Devata Metro. Berbagai upaya terus dilakukan oleh berbagai pihak dan Pemda Bali untuk menghidupkan kembali layanan tersebut.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik atau akrab disapa Niluh Djelantik mengatakan, pemerintah pusat sudah memberikan indikasi bahwa Rel Metro Dewata (TMD) akan tetap beroperasi. Hal itu diungkapkannya dalam audiensi oleh PT Satria Trans Jaya selaku operator TMD.
Mbok sudah berdiskusi dengan Wamenpar (Wamenpar Ni Luh Puspa). Prinsipnya sudah disetujui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kata Ni Luh Djelantik usai bertemu dengan PT Satria Trans Jaya, Sabtu. . . (1 April 2025), Kuta, Kabupaten Badong.
Namun, Kementerian Perhubungan perlu melihat surat ini, kata perempuan yang juga seorang pengusaha dan penggiat media sosial itu.
Niluh menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mengirimkan surat permohonan kepada Kementerian Perhubungan untuk melanjutkan kontrak pengoperasian TMD. Namun, tampaknya surat tersebut tidak sampai ke Kementerian Perhubungan.
Niru kemudian berinisiatif meminta salinan surat tersebut kepada Pemda Bali dan kemudian mengirimkan kembali surat tersebut ke Kementerian Perhubungan. Ia berharap salinan surat tersebut akan tiba dan disetujui secara resmi oleh pemerintah.
Surat ini sudah kedua kalinya diserahkan Mbok kepada Wamenpar. Oleh karena itu, kita berjuang secara paralel. Harapan kita Trans Metro Dewata tetap bisa melayani masyarakat, kata Niluh Djelantik.
Bali Transport Services dan PT Satria Trans Jaya juga diperkirakan akan mengunjungi Kementerian Perhubungan pada Senin (1 Juni 2025) untuk meminta tanggapan atas surat tuntutan tersebut.
Jika pemerintah kembali menyetujui subsidi operasional TMD, maka Pemda Bali berencana mengelola koridor tersebut secara penuh mulai Juli 2025.
“Pemerintah daerah Bali sendiri sudah menyatakan akan mengambil alih koridor tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, penghentian operasional bus TMD membawa dampak negatif, salah satunya bagi industri pariwisata Bali. Oleh karena itu, ia pun mengingatkan Pemda Bali untuk terus mengembangkan sarana dan prasarana pendukung jika TMD mulai beroperasi.
Direktur Utama PT Satria Trans Jaya Ketut Eddy Dharma Putra mengatakan, pihaknya menunggu keterangan tertulis dari pemerintah apakah operasional TMD berjalan normal. Setelah itu, proses birokrasi terus berjalan yang biasanya memakan waktu kurang dari sebulan.
Tinggal menunggu pemerintah pusat melanjutkan layanan Trans Metro Dewata, kata Eddy.
Ia melanjutkan, seluruh pekerja PT Satria Trans Jaya, termasuk pengemudi, masih dalam status disabilitas dan tidak terkena PHK. Semua pekerja masih dibayar.
“Sampai pemerintah memutuskan (TMD) operasional, kami masih menawarkan gaji ke-13,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, penghentian operasional bus TMD menyebabkan 317 pekerja, termasuk 228 pengemudi, terancam kehilangan mata pencaharian. Pasalnya, mereka sudah tidak bisa lagi mengemudikan “Bus Tayo” secara normal.
— Baca artikel selengkapnya di detikBali Saksikan video “Video: Apa yang Terjadi pada Sopir Bus Trans Metro Dewata setelah Berhenti Beroperasi” (msl/msl)