Jakarta –

Read More : Prabowo Umumkan PPN Naik Jadi 12%, Ini Barang-barang yang Kena!

Menteri Dalam Negeri (Menteri Dalam Negeri) Tito Karnavian menjelaskan situasi di provinsi Jawa Barat, terutama di wilayah Tambur, khususnya, meskipun pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sebagai informasi, ada tujuh bagian dari wilayah Thambur, yang merupakan Kota Cereban, Seriban Reigensi, Subang, Samdong, Kuningan, Majalanga dan Indra.

Pada akhir 2024, Tito mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah tomper adalah 8,9%dan kuningan adalah 8,33%. Kemudian, Sumetong adalah 7,24%, Serephon Reigensi adalah 7,15%di keempat dan Indramao adalah 5,81%. Selanjutnya adalah Subang 5,43% dan Sirban City 4,7%.

“Tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Barat adalah 11,93%. Kemudian angka ke -2 11,88%,” kata KTT Regional Tito Degam pada hari Senin (5/19/2025). B.T.

Kemudian, tingkat kemiskinan di Reignsi Sereber adalah 11%, Majalenga 10,82%, Subang 9,49%, Dr. Samdong 9,1%. Juga, Kota Serebo rendah dibandingkan dengan bagian rebana lainnya.

“Tetapi dibandingkan dengan Jawa Barat lainnya, kita melihat 2,34%dari kota depot terendah. Apa artinya ini? Ini akan mendominasi Jawa Barat di wilayah Tombur dibandingkan dengan Jawa Barat lainnya.”

Oleh karena itu, Ditto mengatakan tingkat pertumbuhan tidak sejajar dengan kemiskinan. Ini juga dapat dilihat dari jumlah tarif guinea yang terjadi dalam ketidakseimbangan. Rasio guinea menunjukkan skala 0 hingga 1, di mana angka 0 berarti pendapatan yang sama, 1 ketidakseimbangan.

“Jumlah Sirban City Guinea adalah 0,47. Apa artinya ini? Kontraindikasi terjadi. Sangat kaya, ada yang sangat buruk. Ada daerah kumuh, mungkin ada daerah kumuh.”

Kemudian tempat kedua di Tamborin adalah 0,37, kemudian Seriban Reigensi 0,36, kuningan 0,35, Indramai 0,34, Majalenga 0,34, dan Subang setidaknya 0,33.

Ditto menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan hanya indikator, tetapi salah satunya menentukan pertumbuhan yang sama. Ada nomor lain, seperti tingkat akses untuk pendidikan untuk mengakses tingkat sumber daya.

“Kami telah melihat tingkat akses dari Indeks Pembangunan Manusia (HDI). HDI tertinggi adalah kota yang seragam, 78. HDI bagus di Sirban, tetapi ketidakseimbangannya tinggi dan pertumbuhan ekonomi belum buruk,” kata Ditto.

“Tantangan walikota adalah memetakan di seluruh bidang orang miskin, sehingga mereka dapat memberdayakan mereka,” katanya.

Kemudian, HDI No. 74.57, Sereban Reagensi 72.3 Subang 72.05, Kuningan 71.58, lalu Majalenga 71.37, dan Indra 70.72 HDI. (SHC/ARA)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *