Jakarta –
Senior Institut Ekonomi dan Keuangan (Indef) meminta Wakil Presiden Ma’ruf untuk menjadi Dewan Pembangunan Syariah. Ma’ruc pada guru juga seorang guru Syariah dan siap menjadi Dewan Indeks India.
CSED yang tidak disukai mengadakan pertemuan di Ma’ruc di Ma’ruc at. Pada saat itu, Ma’ruf mengatakan pengalamannya dalam mengembangkan ekonomi Islam dengan kebaikan penuh, serta memperkuat pentingnya memperkenalkan nilai -nilai Islam di seluruh ekonomi dan kebijakan renovasi. Ma’ruf Amin mengirim dua pesan penting yang berisi pelajaran.
Pesan pertama mengacu pada Surha Maryam (19:25), yang diberitahu oleh Allah oleh Maryam, mengguncang pohon palem, dan buah -buahannya didedikasikan untuknya. Garis itu berkata, “Dan kocok fondasi pohon palem, benar -benar menerbangkan kurma yang sudah matang untukmu.” (Surah Maryam: 25).
“Dia menjelaskan bahwa sejarah mengajarkan bahwa bahkan jika Tuhan selalu memberikan bantuan hamba-hambanya,” Nobleman pada hari Kamis (2012-06-20).
Pesan yang diusulkan kedua adalah merefleksikan tema ṣibghah Allah. Maicuf diingatkan bahwa semua keberhasilan dan bantuan nyata berasal dari Tuhan, mempromosikan setiap orang untuk memprotes dengan tulus.
Di akhir pertemuan, bangsawan bertanya kepada kantor konsultan India Ma’ruz. Ma’ruf Amin, serta ekonomi Syariah, menanggapi permintaan untuk menjadi dewan di Dewan Dewan.
Selain itu, Maruf siap untuk membuka 99 pekerjaan oleh Economist Shariat, seorang ekonom yang direncanakan akan dipertimbangkan pada tahun 2025. Di tengah. Manajer Pengembangan Ekonomi Syariah telah menganggapnya sebagai strategi proses untuk memperkuat sinergi di antara antara. Di masa depan, dokter, akademik dan klerus sedang mengembangkan ekonomi Islam.
Kegiatan persahabatan ini tidak dapat memperkuat tali ukah antara ekonomi Islam, tetapi itu menjadi tempat untuk membahas dan menginspirasi masalah ekonomi di musim ini.
Diharapkan bahwa komitmen bersama untuk melanjutkan dimasukkannya nilai -nilai Islam dalam semua aspek pembangunan ekonomi akan memiliki dampak positif pada masyarakat dan negara. (HNS / HNS)