Jakarta –
Read More : Pensiunan Menteri Dapat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, Dibayar APBN
Digitalitas adalah masa depan negara. Reza Rasenda (31) mengetahui betul hal tersebut. Pria asal Pangkalan Boon, Kalimantan Tengah ini sukses berjualan “surat” atau tipografi secara online. Kliennya berasal dari berbagai negara, dan pendapatan bisnisnya mencapai puluhan juta per bulan.
Reza adalah seorang desainer grafis yang ulung. Hampir seluruh pelanggannya berasal dari luar negeri. Dari band metalcore asal Inggris Bring Me The Horizon (BMTH), artis K-Pop asal Korea Selatan Superjunior dan Red Velvet, klub sepak bola ternama asal Prancis Olympique de Marseille hingga perusahaan pakaian olahraga ternama Nike.
“Pelanggan datang melalui jalur yang berbeda-beda Pak. Seperti yang terlihat di internet. Ada yang membeli melalui kantor di website, ada pula yang melalui email dan situs jual beli font,” kata Reza kepada detikcom, Sabtu (18/8). . 5/2024).
“Contohnya tahun 2020 lalu, perusahaan rekaman BMTH mendekati mereka untuk membeli font untuk kebutuhan periklanan dan penjualan. Saat itu mereka membayar sekitar £8.000 (Rs 162 juta dengan kurs Rs 20.282). Alhamdulillah saya langsung pakai. sebagai modal untuk membuat website sendiri,” lanjutnya.
Pesanan yang dilakukan melalui BMTH memberi semangat bagi Reza untuk memulai usahanya. Dengan keuntungan yang diperolehnya, ia segera mengambil bahan bakar dan memulai sebuah perusahaan bernama Bagerich Type Foundry. Ia bekerja di bidang ini bersama istrinya, Riska Candra Dewey. Reza bertanggung jawab atas pengembangan produk dan Riska bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan.
Filsafat Bagerich sendiri berasal dari kata “Bageur” yang berarti baik dan beradab, dan “kaya” yang berarti kaya dan mampu secara finansial. Dengan usahanya itu, Reza tak perlu bersusah payah mencari pekerjaan administrasi atau kantoran. Pasalnya, satu lisensi font bisa menghasilkan banyak pendapatan.
Konsepnya adalah royalti, artinya pembeli harus menandatangani perjanjian untuk menggunakan setiap font miliknya di media yang berbeda. Misalnya poster konser, baju, brosur dan flyer. Dalam sebulan, ia mengaku bisa mendapatkan penghasilan puluhan juta dengan melisensikan font tersebut
“Saya duduk di rumah dan memproduksi font. Sejauh ini saya sudah berhasil memproduksi 40 font. Menariknya, setiap lisensi font yang terjual bisa menjadi passive income. Kadang saya berpikir, hahaha,” jelasnya. Wirausaha dan konsisten.
Kesuksesan Reza di bidang tipografi tidak berbanding lurus dengan studinya. Beliau merupakan lulusan Kampus Pertanian Yogyakarta.
Ketertarikan Reza terhadap dunia seni bermula dari lingkungan pertemanannya. Kebanyakan teman Reza adalah musisi dan pekerja tidak tetap. Melalui lingkaran inilah Reza mengenal dunia desain grafis. Menariknya, meski memenangkan kompetisi desain pada tahun 2014, perusahaannya baru mulai beroperasi secara reguler pada tahun 2019.
“Tahun 2014 masih kecil, lalu berasa tahun 2019. Aku bikin font, itu desainku yang ketujuh dan laris manis. Jadi jalan yang tidak mudah gan. Saat itu aku hanya bisa konsisten .” dia berkata.
Pada tahun 2022, Reza mendaftarkan perusahaannya ke ajang Superprepreur. Ia sukses meraih juara ketiga pada ajang tersebut. Setahun berikutnya, Reza hadir sebagai pembicara pada acara yang diselenggarakan oleh Superpreneur untuk mendorong lebih banyak orang memasuki dunia desain grafis.
Ia optimis ekonomi digital adalah masa depan Indonesia. Karena itulah Reza Pangkalan Bun siap memberikan pelatihan desain grafis kepada berbagai siswa SMA dan SMK.
Layanan ini gratis, artinya gratis. Reza Hakul meyakini banyak anak muda di Indonesia yang berpotensi sukses di dunia desain dan menciptakan karya-karya menakjubkan.
“Saya rasa karya ini sangat membanggakan. Ini benar-benar karya yang berdasarkan keahlian kita sendiri, tidak boleh melalui orang dalam atau menggunakan suap. Makanya saya ingin membagikan informasi ini kepada sebanyak-banyaknya orang. ” dia menambahkan.
Reza dapat dihubungi di media sosial melalui akun @rasendareza dan @bagerich.type. Situs web desain grafisnya adalah bagerich.com. Ada hal yang bisa dipelajari darinya, kesuksesan tidak datang dari surga. Kesuksesan adalah kombinasi kerja keras dan ketekunan.
Tonton juga videonya: Marsilia Crenata, Memahami Identitas ODGJ
(rd/rir)