Jakarta –
Read More : Perjalanan Diet Anant Ambani, Miliarder yang Undang Justin Bieber di Acara Pranikah
Gula merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh. Namun gula seringkali disalahartikan dan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Sebagian besar gula yang kita makan ditemukan dalam makanan olahan yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Gula tambahan adalah jenis gula yang ditambahkan pada makanan penutup, termasuk gula alami seperti madu dan sirup maple.
Kurangi asupan gula harian Anda
Saat ini, belum ada batasan jelas mengenai asupan gula harian. Menurut organisasi kesehatan dan peneliti di seluruh dunia, penting untuk membatasi konsumsi “gula gratis”.
Menurut Healthline, ini termasuk gula dan gula tambahan, yang dapat ditemukan dalam madu, sirup, serta jus buah dan sayuran tanpa pemanis.
American Heart Association (AHA) merekomendasikan jumlah gula yang harus dikonsumsi setiap hari sebagai berikut:
Pria: 37,5 gram per hari (150 kalori, 9 sendok teh atau sendok teh)
Wanita: 25 gram per hari (100 kalori, 6 sendok makan)
Sedangkan untuk anak berusia dua tahun ke atas, gulanya tidak lebih dari enam sendok teh per hari.
Tanda-tanda kelebihan gula dalam tubuh Anda
Saat Anda kehabisan gula, tubuh Anda akan menunjukkan tanda atau gejala. Mengutip beberapa sumber, gejala tersebut antara lain: 1. Berat badan bertambah
Kenaikan berat badan secara tiba-tiba adalah salah satu tanda paling jelas dari gula darah tinggi, menurut Times of India. Mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama dari makanan olahan dan minuman manis, meningkatkan lemak tubuh. Kamu masih ingin makan
Mengidam makanan manis timbul karena terlalu banyak makan gula. Jika Anda ngemil atau makan gula, mungkin itu pertanda tubuh Anda sedang kecanduan gula. masalah kulit
Terlalu banyak gula dalam makanan dapat menyebabkan kondisi kulit seperti jerawat dan penuaan dini. Terlalu banyak gula menyebabkan peradangan dan mengubah penampilan kulit. lelah
Gula bisa menyuplai tubuh dalam waktu singkat, namun juga akan berkurang. Jika Anda merasa lemas atau lelah meski sudah cukup tidur, hal itu mungkin terkait dengan perubahan gula darah akibat kelebihan gula. Penyakit rekombinan
Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Jika seseorang sering sakit atau membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, ia mungkin berisiko mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Peningkatan resistensi insulin
Resistensi insulin adalah akibat hilangnya sel-sel tubuh terhadap hormon yang mengontrol kadar gula darah. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan komplikasi ini, yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2.
Menurut Everyday Health, jika rasa makanan tidak sama seperti sebelumnya, Anda akan mengetahui tanda-tanda kelebihan gula dalam tubuh. Hal ini memungkinkan Anda menambahkan gula pada makanan dan minuman hingga Anda mendapatkan rasa manis yang diinginkan.
Dengan cara ini, otak dilatih untuk mengharapkan rasa terbaik. Semakin Anda terbiasa, semakin sulit untuk memuaskan diri Anda dengan makanan manis dan mengharapkan rasanya enak. sakit bersama
Tampaknya nyeri sendi bukan hanya disebabkan oleh penuaan. Makan terlalu banyak gula dapat menyebabkan peradangan pada sistem dan menyebabkan nyeri sendi. Meski penyebab nyeri sendi ada banyak, ada baiknya kurangi konsumsi makanan manis. masalah tidur
Makan sepertinya menyebabkan masalah tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak gula tambahan dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik.
Siklus tidur dan kualitas tidur ditentukan oleh cahaya dan suhu ruangan serta kontrol gula darah. Bagi orang yang banyak mengonsumsi gula tambahan, hal tersebut dapat memengaruhi kualitas tidurnya. tekanan darah tinggi
Jika ditemukan tekanan darah tinggi (penyakit darah), penyebabnya adalah terlalu banyak gula dalam makanan. Studi menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi dan kejadian tekanan darah tinggi.
Namun, para peneliti mencatat bahwa mereka tidak menemukan hubungan sebab-akibat langsung antara gula dan tekanan darah tinggi. Apa yang diketahui para ilmuwan adalah bahwa terlalu banyak glukosa dapat merusak lapisan pembuluh darah, sehingga memudahkan lemak seperti kolesterol menempel pada dinding pembuluh darah. Tonton video “Video: Kadar gula darah baik untuk usia anak” (sao/naf).