Jakarta –
Read More : Anggaran Belanja Prabowo Tahun Depan Tembus Rp 3.621 Triliun
Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Harterto mengatakan pemerintah akan mengevaluasi pemberian insentif pajak pertambahan nilai (PPN DTP) yang dibuat pemerintah untuk sektor perumahan.
“Tentang pembangunan perumahan Kami akan evaluasi dulu. Kita evaluasi dulu,” kata Erlanga saat jumpa pers di Jakarta, Senin (8/5/2024).
Sementara itu, tidak ada perubahan atau penambahan. Untuk sektor otomotif “Untuk mobil tentunya. Kebijakan tersebut sudah dikeluarkan. Oleh karena itu, tidak ada perubahan kebijakan lebih lanjut,” lanjut Erlanga.
Insentif pajak ini terus berlanjut mengingat penjualan mobil hybrid relatif baik. Ia mengatakan penjualan kendaraan listrik juga menunjukkan hasil yang baik.
“Tentu saja kita harus mendorong mobil listrik lebih cepat. Tapi kinerja auto expo kemarin bagus untuk merangsang penjualan,” ujarnya.
Sementara itu, Sucivijono Moegiarso, Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator Perekonomian, Dikatakannya, pihaknya belum mengetahui adanya perubahan pada PPN DTP. Namun, ia mengatakan kebijakan tersebut sedang dievaluasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal III.
“Kami belum tahu. Tapi intinya adalah Menko mencontohkan, beliau mengetahui bahwa mendorong pertumbuhan pada kuartal III ini sangat penting karena yang menerima MBR adalah masyarakat berpendapatan rendah yang jumlahnya hanya berlaku pada MBR, PPN DTP, ”ujarnya.
(akd/jam)