Jakarta –

Read More : Viral Sari Buah Cranberry Disebut Bantu Usir Bau Miss V, Ini Kata dr Boyke

CATATAN: Artikel ini membahas tentang bunuh diri dan mungkin memengaruhi beberapa orang. Hubungi profesional jika Anda mengalami desakan.

Seorang peserta program pelatihan dokter spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro meninggal dunia. Penyebab kematiannya diduga akibat tekanan dan perundungan saat ia menjalani pendidikan sebagai PPDS di rumah sakit tersebut.

Menyusul kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menghentikan sementara program studi kanker FK Undip di RSUD Kariadi sebagai bagian dari penyelidikan atas kejadian tersebut.

Kasus perundungan di kalangan PPDS menjadi perhatian Kementerian Kesehatan. Beberapa waktu lalu Kementerian Kesehatan merilis hasil survei kesehatan mental terhadap dokter residen yang menunjukkan banyak responden yang menderita gejala depresi.

Survei kesehatan jiwa ini dilakukan terhadap 28 dokter spesialis vertikal dan total peserta PPDS sebanyak 12.121. Hasil survei kesehatan jiwa PPDS

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2.716 orang PPDS menderita gejala depresi, 1.977 orang diantaranya menderita depresi ringan, 486 orang mengalami depresi, dan 178 orang mengeluh merasa tertekan, serta 75 orang mengalami depresi berat.

Faktanya, sekitar 3,3 persen dokter residen yang berpartisipasi dalam survei menunjukkan keinginan untuk mengakhiri hidup atau melukai diri sendiri.

Program akademik yang mewakili calon dokter spesialis dengan gejala depresi terbanyak terdapat pada lima program akademik berikut: Kedokteran Mulut (53,1 persen) Ilmu Kedokteran Anak (41,3 persen) Bedah Plastik (39,8 persen) Anestesiologi (31,6 persen) Bedah Mulut (28,8 persen)

Menanggapi kesalahpahaman yang muncul mengenai metode penelitian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan yang terpenting adalah memberikan bantuan profesional kepada calon dokter spesialis yang ingin membantu pengobatan kesehatan jiwa.

Salah satu alasan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengorganisir dan mengidentifikasi dokter residen yang menangani masalah kejiwaan agar dapat ditangani dengan cepat dan pendidikan dokter spesialis yang baik.

“Sudah saatnya kita memastikan teman-teman PPDS baik-baik saja dan tidak membiarkan dirinya terjerumus ke dalam krisis mental yang kita alami. Ini memerlukan dukungan semua pihak, apalagi jika kita ingin memperbaiki keadaan,” kata Menteri. Kesehatan. Simak Video “UNDIP Bantah Dugaan Bullying Terhadap Dokter PPDS” (kna/up)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *