Jakarta –

Read More : Pungli di TWA Gunung Pancar, Sandiaga: Perlu Ditata dengan Digitalisasi

UNESCO telah menambahkan 3 situs warisan dokumenter Indonesia ke dalam Program Memori Dunia Bagian Asia-Pasifik (Memory of the World Regional Committee for Asia and the Pacific atau MOWCAP).

Dikutip Antara, Kamis (16/5/2024) Tiga warisan dokumenter tersebut merupakan arsip Indarung I Semen Padang sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara yang diusulkan oleh PT Semen Padang, arsip Balai Penelitian Perkebunan Gula Indonesia pada tahun 1887- 1986 . diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), serta naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol yang dipersembahkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Format arsip PT Semen Padang berupa kertas, foto, dan peta. Sedangkan arsip Puslitbang Perkebunan Gula disajikan dalam bentuk kertas dan foto, serta naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol dalam bentuk buku. ditulis di atas kertas pada tahun 1841 oleh putranya,” kata Plt Ketua Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto.

Keputusan memasukkan tiga situs warisan dokumenter Indonesia ke dalam Daftar Regional MOWCAP didasarkan pada Rapat Umum MOWCAP ke-10 yang diselenggarakan di Ulan Bator, Mongolia, 6-10 Mei 2024 yang dihadiri oleh Imam Gunarto.

“Keuntungannya bagi Indonesia adalah peradaban kita diakui secara internasional sebagai bagian dari memori dunia dan dapat digunakan untuk diplomasi internasional,” tambah Imam.

Sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara, arsip Indarung I Semen Padang memuat informasi bagaimana PT Semen Padang didirikan dan ditugaskan sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara pada tahun 1920, sehingga berperan dalam pembangunan infrastruktur.

“Saat itu, semen yang diproduksi tidak hanya digunakan di Hindia Belanda, tetapi juga diekspor ke negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Karena perannya di daerah, arsip Semen Padang mempunyai arti sejarah bagi pembangunan infrastruktur. dan perekonomian di era Hindia Belanda,” kata Imam.

Arsip kedua adalah penelitian gula pada tahun 1886 yang menceritakan tentang hama yang menyerang tanaman tebu di seluruh dunia pada saat itu.

“Di Jawa Timur yaitu di Balai Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, telah dilakukan penelitian internasional untuk membuat tanaman tebu tahan terhadap hama. Hasil penelitian tersebut berhasil menghidupkan kembali perekonomian berbagai negara produsen gula yang sebelumnya bangkrut karena hama. untuk dihidupkan kembali pada akhir abad ke-19 sebelum dimulainya kemerdekaan Indonesia,” jelas Imam.

Arsip ketiga adalah naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol yang menceritakan tentang Perang Padri 1803-1837, berisi ajaran anti perang, rekonsiliasi dan lainnya yang ditulis oleh putra Tuanku Imam Bonjol. “Indonesia mengajukan tiga nominasi dan ketiganya berhasil disetujui untuk dimasukkan dalam daftar Memory of the World,” tambah Imam.

Saksikan video “Ledakan terjadi di PT Semen Padang, 5 karyawan luka-luka” (sym./sym.)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *