Jakarta –
Read More : Protes Kebijakan Kemenkes, AIPKI Klaim Didukung 132 Dekan FK Se-Indonesia
Memiliki umur panjang adalah harapan banyak orang. Meski usia pada dasarnya diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa, namun tetap penting untuk selalu berusaha menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit dan panjang umur.
Salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Lain-lain Makan terlalu banyak dan mungkin sering minum alkohol dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, yang dapat menyebabkan Anda berumur pendek.
Dikutip Healthline, berikut kebiasaan sehari-hari yang akan membantu Anda hidup lebih lama.1. Hindari makan berlebihan
Hubungan antara asupan kalori dan umur panjang saat ini sedang mendapat banyak perhatian. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pengurangan asupan kalori normal sebesar 10 hingga 50 persen dapat memperpanjang umur maksimal.
Tidak hanya itu, penelitian terhadap populasi manusia yang dikenal berumur panjang juga mengamati adanya hubungan antara asupan rendah kalori, umur lebih panjang, dan lebih rendah kemungkinan terkena penyakit. Selain itu, pembatasan kalori dapat membantu mengurangi obesitas dan lemak perut, yang keduanya terkait dengan umur yang lebih pendek.
Namun, pembatasan kalori dalam jangka panjang seringkali tidak berkelanjutan dan dapat menimbulkan efek samping negatif seperti meningkatnya rasa lapar, suhu tubuh rendah, dan penurunan gairah seks. Makan lebih banyak kacang
Kacang merupakan makanan yang kaya akan protein, serat, antioksidan dan senyawa tumbuhan bermanfaat. Kacang merupakan sumber beberapa vitamin dan mineral, seperti tembaga, magnesium, kalium, asam folat, niasin, vitamin B6 dan E.
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 350.000 orang menemukan bahwa satu porsi kacang-kacangan per minggu dapat mengurangi risiko kematian sebesar 4 persen, dan satu porsi kacang-kacangan per hari akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 27 persen.
Penelitian lain menunjukkan bahwa kacang-kacangan mempunyai efek positif terhadap penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan beberapa jenis kanker.3. Konsumsi kunyit
Kunyit memiliki sifat antioksidan dan anti inflamasi yang dipercaya dapat membantu menjaga fungsi otak, jantung, dan paru-paru, serta melindungi dari kanker dan penyakit yang berhubungan dengan usia tua.
Penelitian in vivo dan in vitro pada manusia telah mengkonfirmasi bahwa kunyit dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular, diabetes, gangguan neurodegeneratif dan kondisi lainnya.4. Makan banyak tanaman sehat
Beberapa penelitian telah menghubungkan pola makan kaya tumbuhan dengan risiko kematian. Hal ini terkait dengan nutrisi dan antioksidan pada tanaman, termasuk polifenol, karotenoid, asam folat, dan vitamin C.
Beberapa penelitian juga mengaitkan pola makan vegetarian dengan risiko kematian dini 12-15% lebih rendah. Secara keseluruhan, mengonsumsi banyak makanan nabati kemungkinan besar bermanfaat bagi kesehatan dan umur panjang. Tetap aktif secara fisik
Studi tersebut menemukan bahwa risiko kematian dini dapat berkurang sebesar 4 persen untuk setiap tambahan 15 menit aktivitas fisik sehari-hari.
Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang melakukan aktivitas fisik selama 150 menit memiliki risiko kematian dini 28 persen lebih rendah.6. Jangan merokok
Orang yang merokok bisa kehilangan harapan hidup hingga 10 tahun dan tiga kali lebih mungkin meninggal sebelum waktunya dibandingkan orang yang tidak pernah merokok.
Penelitian menunjukkan bahwa berhenti merokok sebelum usia 40 tahun hampir sepenuhnya mencegah peningkatan risiko kematian akibat merokok. Seseorang yang berhenti merokok sebelum usia 35 tahun dapat memperpanjang umurnya hingga 8,5 tahun.7. Batasi konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko kematian dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol pada wanita dibatasi 1-2 unit atau kurang per hari, yakni maksimal 7 unit per minggu. Pria sebaiknya membatasi konsumsi hariannya kurang dari 3 unit dan tidak lebih dari 14 unit per minggu.8. Prioritaskan kebahagiaan Anda sendiri
Menurut penelitian tersebut, individu yang lebih bahagia memiliki risiko kematian dini 3,7 persen lebih rendah selama masa studi lima tahun.9. Hindari stres dan kecemasan yang berlebihan
Kecemasan dan stres dapat menurunkan angka harapan hidup. Orang yang mengalami stres dilaporkan dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung, stroke, atau kanker paru-paru.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang pesimistis memiliki risiko kematian dini 42 persen lebih tinggi dibandingkan individu yang lebih optimis.10. Menciptakan dan memelihara lingkungan sosial
Para peneliti melaporkan bahwa menjaga hubungan sosial yang sehat dapat meningkatkan peluang Anda untuk bertahan hidup sebanyak 50 persen. Lebih berhati-hati
Conscientiousness di sini mengacu pada kesadaran dan kemampuan seseorang untuk berdisiplin, terorganisir dan berorientasi pada tujuan.
Berdasarkan data hasil survei, 1.500 anak laki-laki dan perempuan memasuki usia lanjut yang dianggap gigih, disiplin, dan terorganisir dapat hidup 11 persen lebih lama.12. Minum kopi atau teh
Menurut penelitian, peminum kopi dan teh mendapat manfaat dari penurunan risiko kematian dini sebesar 20-30 persen. Namun, perlu diingat bahwa terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kecemasan dan insomnia. Oleh karena itu konsumsinya sebaiknya dibatasi sesuai anjuran yaitu 400 mg per hari.13. Pastikan pola tidur yang baik
Tidur sangat penting untuk mengatur fungsi sel dalam tubuh. Sebuah penelitian melaporkan bahwa umur panjang bisa terjadi karena pola tidur yang teratur. Tidur kurang dari 5-7 jam per malam memiliki risiko kematian dini 12 persen lebih besar. Sementara itu, tidur lebih dari 8-9 jam per malam juga dapat memperpendek umur sebanyak 38 persen.
Dengan cara ini Anda mendapatkan tidur yang cukup dengan durasi 7-8 jam per malam. Kurang tidur dan terlalu banyak tidur berisiko memperpendek umur. Simak video “Rahasia Dibalik Panjang Umur Ratu Elizabeth II 96 Tahun” (Ghefira Nur Fatimah/suc)