Jakarta –
Read More : 7 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Minum Kopi Setiap Hari
Sejumlah besar jenis virus flu burung H5N1 telah terdeteksi pada susu mentah dari hewan yang terinfeksi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengetahui berapa lama virus ini dapat bertahan dalam susu.
Virus H5N1 pertama kali muncul pada tahun 1996, namun sejak tahun 2020, jumlah wabah pada unggas meningkat pesat, dengan bertambahnya 7 hewan yang terinfeksi. Badai ini telah membunuh jutaan ayam dan berdampak pada burung liar, mamalia darat dan laut.
Sapi dan kambing bergabung dalam daftar tersebut bulan lalu. Hal ini mengejutkan para ahli karena hewan tersebut diperkirakan tidak rentan terhadap influenza jenis ini.
Pihak berwenang AS mengatakan awal bulan ini bahwa seorang pria yang bekerja di peternakan sapi perah di Texas sudah pulih setelah terkena flu burung.
“Ini adalah kasus pertama penularan flu burung dari sapi pada manusia di Texas,” kata Zhang Wenqing, kepala program influenza global Organisasi Kesehatan Dunia, pada Minggu (21 April 2024).
Dia melanjutkan: “Selama wabah saat ini, penularan dari unggas ke sapi, sapi ke sapi, dan sapi ke burung juga telah didokumentasikan, menunjukkan bahwa virus tersebut mungkin telah menemukan jalur penularan tambahan yang sebelumnya kami duga mungkin terjadi.”
Ini merupakan kasus flu burung kedua yang terkonfirmasi pada manusia di Amerika Serikat, setelah virus tersebut menyebar ke hewan. Diduga hewan tersebut diberikan kepada burung liar.
Zhang menambahkan: “Kami sekarang melihat sejumlah besar ternak yang terinfeksi di semakin banyak negara bagian di Amerika Serikat, yang mengindikasikan penyebaran virus lebih lanjut pada mamalia. Virus ini juga terdeteksi pada susu hewan yang terinfeksi.”
Departemen Kesehatan Texas mengatakan infeksi pada sapi tersebut tidak akan berdampak pada pasokan susu komersial karena perusahaan diharuskan memusnahkan susu dari sapi yang sakit. Proses pasteurisasi pada susu juga membantu membunuh virus.
“Sangat penting bagi masyarakat untuk memastikan kebiasaan makan yang aman, termasuk hanya mengonsumsi susu pasteurisasi dan produk susu,” tegasnya. Saksikan video “Wabah flu burung pada kucing Polandia, WHO: masih menyelidiki” (avk/kna)