Batavia –
Read More : Akhirnya, Rashford!
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2024 sebesar 122,78. Indikator ini lebih tinggi 1,23% dibandingkan November 2024.
Deputi Direktur Distribusi dan Pelayanan Statistik BPS Puji Imartini mengatakan kenaikan NTP disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (IT) sebesar 1,83% menjadi 149,5%. 121,76, lebih tinggi dibandingkan hasil indeks harga petani atau (IB) yang sebesar 0,6%.
Komoditas utama yang diterima petani nasional yang bernilai kenaikan harga adalah kelapa sawit, kakao atau coklat, jagung, dan bawang merah, ujarnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Kamis (2/1/2025).
Sedangkan komoditas yang dimasukkan petani dalam daftar harga (Ib) antara lain bawang merah, telur ayam ras premium, cabai merah, dan minyak goreng.
Jika subbagian sudah terlihat, maka seluruh subbagian sudah tumbuh di NTP. Pertumbuhan tertinggi berikutnya terjadi pada sektor hortikultura yang tumbuh sebesar 5,26%. Bawang merah, cabai rawit, cabai, dan tomat merah mendominasi daftar harga yang diterima petani subsektor hortikultura.
“Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani atau IT sebesar 5,86%, lebih tinggi dibandingkan dengan hasil indeks harga yang diterima petani atau IT sebesar 0,57%,” ujarnya.
Perlu diketahui, kenaikan NTP BPS terjadi di 29 provinsi, dengan kenaikan tertinggi di Sulawesi Tengah yakni 4,47%. Meningkatnya NTP di provinsi tersebut memaksa harga kelapa atau kacang-kacangan, jagung, safflower, tomat, dan minyak sawit meningkat.
“Sementara itu ada 9 provinsi yang mengalami penurunan NTP, dengan penurunan terendah di Papua Barat yaitu 1,13% karena turunnya harga komoditas seperti bayam, cabai rawit, terong, jeruk, dan kelapa,” tutupnya .
Sebagai referensi, lihat website BPS untuk indeks NTP untuk melihat kapasitas/kekuatan pemurnian petani pedesaan. NTP juga menunjukkan ketertukaran produk pertanian dengan barang konsumsi dan jasa serta biaya produksi.
Pada saat yang sama, target NTP dari Kementerian Pertanian merupakan indikator yang sangat berguna untuk mengukur neraca petani, karena mengukur kapasitas output yang diproduksi/dijual oleh petani relatif terhadap kebutuhan petani. untuk produksi. pengolahan (bisnis) dan konsumsi oleh keluarga petani.
Tonton juga video “Prabovo naikkan harga jagung, PATELLA”: lompatan istimewa:
(iklan/rd)