Jakarta –
Read More : Kapan Mazda Mulai Rakit Mobil di Indonesia?
Isu “mumi alien” kembali mengemuka setelah ditemukannya dua jenazah baru di Peru. Kedua jenazah tersebut ditemukan di Gurun Nazca, tempat jurnalis dan penggemar UFO José Jaime Maussan menemukan mumi pertama tujuh tahun lalu.
Kedua jenazah baru, Paloma dan Antonio, memiliki tiga jari yang sama dengan penemuan mumi sebelumnya. Namun, keduanya memiliki mata yang kecil dan sipit serta digambarkan seukuran manusia dewasa yang pendek.
Mumi-mumi tersebut baru-baru ini diperiksa oleh Dr. David Ruiz Vela, mantan presiden Asosiasi Medis Peru. Ia menemukan bahwa mumi tersebut memiliki organ manusia yang terlihat, seperti struktur otak.
Dr Ruiz mengklaim bahwa Antonio memiliki luka tusuk di dadanya dan Paloma memiliki bekas rambut, yang pertama di antara mumi lainnya. Keduanya dikatakan berusia 1.500 tahun.
Para ilmuwan percaya bahwa mayat-mayat itu menjadi fosil oleh ganggang yang membantu mengawetkannya, serta oleh lem yang sangat beracun.
Penemuan terbaru ini berbeda dengan mumi Maussan yang ditemukan sebelumnya. Mumi yang diberi nama Paloma dan Antonio ini memiliki perbedaan fitur wajah dan ukuran, serta luka yang ditemukan pada Antonio. Dia yakin Paloma hidup sampai usia 60 tahun.
“Dia mendapat tusukan yang mematahkan tulang rusuk di dada sebelah kiri, menusuk dada, perut, hati dan menembus seluruh organ dalamnya,” kata Dr Ruiz Vela dalam video yang dikutip Daily Mail.
“Untuk pertama kalinya kami menemukan tubuh kering dengan rambut berwarna tembaga yang khas,” kata Dr Ruiz Vela.
Jois Mantilla, seorang jurnalis yang berdedikasi untuk membuktikan keaslian mumi tersebut, mengatakan akan lebih banyak lagi yang terungkap tentang makhluk tersebut pada tahun 2025, terutama lokasi rahasia di mana jenazah tersebut ditemukan.
Para ilmuwan mengatakan lokasi penemuan jenazah dirahasiakan dari publik untuk mencegah penyusutan. Mantilla mengatakan mumi yang ditemukan sebelumnya memiliki empat jenis DNA berbeda, termasuk satu dari Asia, dua dari Afrika, dan satu tidak diketahui.
“Mungkin DNA yang tidak diketahui itulah yang memberinya ciri berjari tiga,” katanya.
“Saya punya teori bahwa DNA ini adalah DNA pencipta. Kita manusia tidak mempunyai kemampuan teknologi untuk menyatukan DNA, dan dengan banyaknya uang yang ada di dunia, kita tidak dapat mencampurkan monyet dan simpanse, manusia.
Mantilla kemudian mengklaim bahwa makhluk tersebut diciptakan di laboratorium setidaknya 1.800 tahun yang lalu.
Kini tiga anggota kongres dari komite Peru telah mendukung inisiatif yang mengizinkan penelitian terhadap mumi Nazca yang kontroversial di AS. Dalam presentasinya bulan lalu, komite tersebut mendukung proposal yang mengharuskan para ilmuwan bekerja sama dengan ilmuwan AS untuk mempelajari makhluk yang konon berasal dari dunia luar.
Anggota kongres Peru Germán Tacuri, anggota partai Bloque Magisterial dan Komisi Kebudayaan, mengadakan audiensi publik di Kongres Republik Peru bertajuk “Makhluk Tiga Digit Nazca” untuk membahas kemungkinan keberadaan makhluk luar angkasa dan penemuannya. dari “mumi tridaktil” atau “humanoid” di Nazca.
“Jika penelitian ini pada akhirnya mengatakan tidak atau tidak, sains akan memberi tahu kita,” kata Mantilla. Tonton video “Para ahli mengatakan keaslian ‘mumi alien’ di Peru” (suc/suc)