Jakarta –

Read More : Pedestrian Tertutup Terpanjang, Butuh Waktu 58 Menit Melewatinya

Gojek menekankan upayanya untuk #SafeWithGojek dengan memperkuat inisiatif dan berkolaborasi dengan lebih banyak pihak. Diluncurkan pada tahun 2015, rangkaian inisiatif ini terdiri dari tiga pilar, yaitu pendidikan, teknologi, dan perlindungan, serta saling melengkapi, melindungi jutaan kilometer perjalanan yang aman di ekosistem Gojek.

Akibatnya, pada tahun 2024 hanya sekitar 1% dari laporan kecelakaan/insiden yang menyebabkan cedera yang akan dilaporkan. Regional Manager Gojek Gede Manggala mengatakan keselamatan pelanggan dan mitra pengemudi menjadi prioritas utama Gojek.

Pihaknya tetap berkomitmen membangun rasa aman dan memperkuat langkah #SafeWithGojek untuk memastikan risiko keamanan bisa diminimalkan.

Namun kita tidak berhenti sampai disini, melalui kerja sama strategis dengan pemangku kepentingan yang berkompeten di lapangan, inisiatif keamanan akan terus diperkuat untuk merespons berbagai jenis risiko yang ada. Oleh karena itu, tiga pilar keamanan yaitu pendidikan, teknologi, dan perlindungan , dapat lebih menjaga ekosistem Gojek,” ujarnya, Jumat (13/12/2024) melalui keterangan tertulis yang dilansir.

Panggung #SafeWithGojek juga mendorong terciptanya ruang aman tanpa kekerasan seksual

Pada saat yang sama, sejak tahun 2019, pelatihan tatap muka melawan kekerasan seksual telah diadakan di puluhan kota yang beroperasi dan online, dengan sasaran Mitra Pengemudi Gojek, selama enam tahun berturut-turut. Pelatihan juga ditawarkan kepada anggota tim Unit Tanggap Darurat Gojek, yang siap siaga 24/24 untuk merespons keadaan darurat.

Pelatihan tersebut meliputi identifikasi, pendampingan, proses pelaporan dan pengetahuan terhadap Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Nomor 12 Tahun 2022 (UU TPKS) sebagai payung yang mengatur pemidanaan dan penanganan kasus kekerasan seksual.

Asisten Perlindungan Hak Perempuan Rumah Tangga dan Masyarakat Rentan Kementerian PPPA, Eni

Widiyanti menyatakan dukungannya. Menurutnya, kerja sama pihak swasta dan pemerintah penting agar topik kekerasan seksual mendapat banyak perhatian.

“Kami mengapresiasi langkah Gojek yang tidak hanya serius dalam menerapkan upaya preventif melalui edukasi dan teknologi, namun juga dalam melindungi mitra dan pelanggannya dari berbagai risiko keamanan, termasuk kekerasan seksual. , kata Eni.

Di sisi lain, Muhammad Fahmi, Kepala Direktorat Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan, menyampaikan apresiasi kepada Gojek yang telah berkontribusi dalam perjalanan aman. Fahmi mengatakan rendahnya tingkat insiden perjalanan Gojek menunjukkan pentingnya pendidikan, teknologi, dan kerja sama yang kuat dalam memastikan perjalanan yang aman.

Kontribusi Gojek sebagai penyedia layanan transportasi online patut dicontoh, seperti mendukung ruang publik yang aman dan bebas kekerasan berbasis gender sehingga semua pihak merasa aman kemana pun bepergian, ujarnya.

Gojek juga memperkuat kerja sama dengan pemangku kepentingan dalam pengembangan modul dan pemberian pelatihan anti kekerasan seksual. Kerja sama terus dilakukan dengan puluhan organisasi nirlaba, seperti Di Jalan Aman Tanpa Pelecehan (DEMAND), bagian dari Koalisi Feminis dan Ruang Publik Aman Jakarta, Komunitas Bandung Samahita, PKBI Bali, LBH APIK Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. . . dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Kolaborasi ini juga diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Gojek dan CariLayanan.com untuk memperkuat mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di ekosistem Gojek serta penyediaan layanan informasi terpadu untuk pendampingan kepada masyarakat luas. layanan bagi korban kekerasan seksual.

Direktur Program DEMAND Anindya Restuviani mengatakan, ini merupakan tahun keenam pihaknya menggandeng Gojek untuk mendorong mitra pengemudi berperan aktif dalam mencegah kekerasan seksual di lingkungannya. Kegigihan Gojek dalam menjaga ekosistemnya dari kekerasan seksual patut kita apresiasi.

“Visi bersama DEMAND dan Gojek mengenai pentingnya perlindungan terhadap kekerasan seksual di ruang publik menjadi landasan kami untuk melanjutkan kerja sama penuh. Kami juga mengapresiasi langkah Gojek yang bekerja sama dengan CariLayanan.com, salah satu platform tempat kami mulai memberikan informasi referensi tentang membantu .korban kekerasan seksual,” kata Anindya.

Perlu diketahui bahwa semua upaya ini sejalan dengan 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender (16 HAKBG), yang diperingati setiap tanggal 25 November hingga 10 Desember di seluruh dunia.

Simak “Video: Gibran Minta Fatayat NU Bantu Cegah Kekerasan terhadap Perempuan” (prf/nor)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *