Jakarta –

Read More : KASN Bubar, 51 Pegawai Alih Tugas ke Kementerian PAN-RB

Pemerintah berencana menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% dari 11% yang akan berujung pada PHK dan inflasi. Para ekonom mengatakan peningkatan ini akan mempersulit masyarakat.

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan daya beli masyarakat bisa menurun. Akibatnya, penjualan produk sekunder seperti elektronik, mobil, dan kosmetik bisa menurun. Ditegaskannya, sasaran tarif PPN ini adalah masyarakat kelas menengah, dengan perkiraan 35% konsumsi perumahan nasional bergantung pada konsumsi kelas menengah.

Dampak lainnya tentunya bagi pelaku usaha itu sendiri karena perubahan harga akibat kenaikan tarif PPN berdampak pada produksi, yang pada akhirnya mengubah kapasitas produksi sehingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan berkurang. meningkat, hal ini berpotensi menimbulkan PHK di berbagai sektor,” kata Bhima kepada detikcom, Selasa (19/11/2024).

Ia mengatakan, pemerintah perlu mengkaji ulang rencana tersebut. Sebab, ia menilai kenaikan nilai PPN dapat mengancam pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi terhadap konsumsi keluarga.

Daripada diperpanjang, Bhima menyebut pemerintah bisa saja membatalkan skema tersebut. Caranya dengan menerbitkan Perppu (Undang-undang Pemerintah Pengganti Undang-undang) untuk menggantikan undang-undang tersebut.

“Sangat mungkin (menurunkan tarif), bisa melalui Perppu yang melakukan revisi UU Harmonisasi UU Perpajakan. Bisa juga melalui pembahasan revisi UU HPP di DPR. “Waktunya tidak banyak, tapi pemerintah bisa mengambil keputusan cepat dengan menghapuskan PPN 12%,” kata Bhima.

Ia meyakini tarif PPN yang terbaik adalah sekitar 8-9% untuk memberikan insentif konsumsi keluarga. Dengan tarif PPN sebesar ini, Bhima yakin bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian.

“(Tarif PPN) bisa 8-9% untuk merangsang konsumsi dalam negeri. Efeknya akan baik bagi perekonomian karena aktivitas permintaan akan meningkat, itu akan mempengaruhi aktivitas pelaku usaha dan akhirnya penerimaan pajak PPh, misalnya. bisa meningkat,” kata Bhima.

Selain itu, dia menjelaskan sejumlah dampak negatif jika PPN terus dinaikkan sebesar 12%. Pertama, akan terjadi peningkatan inflasi mencapai 4,5-5,2% yo 2025 karena harga barang sangat mahal.

Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menilai kenaikan PPN bisa menjadi beban bagi dunia usaha dan konsumen. Karena harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Dampaknya, hal ini akan berdampak pada penurunan daya beli.

“Saya kira kenaikan pajak PPN harus dihentikan sampai keadaan perekonomian benar-benar membaik. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan daya beli, agar masyarakat kelas menengah (middle income) tidak terjerumus ke dalam perangkap berpendapatan rendah. seperti fenomena baru-baru ini,” kata Diana kepada detikcom.

Ia menduga lemahnya daya beli terjadi karena pemerintah menaikkan tarif PPN dari 10% menjadi 11% pada tahun 2022. Ia juga menyebut tarif PPN hanya akan sebesar 10%.

“Pemerintah harus membantu para pengusaha agar perekonomian bisa kembali normal. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan PPN menjadi 10%. Kami yakin jika PPN diturunkan menjadi 10% akan sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. .orang-orang,” kata Diana. .

Ia juga mengingatkan, kenaikan tarif tersebut tidak sama dengan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang merugikan Malaysia miliaran dolar AS. Berdasarkan catatan detikcom, 1MDB merupakan dana investasi pemerintah yang didirikan bersama Najib pada 2009 saat ia menjabat perdana menteri.

Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat investigasi korupsi yang sedang berlangsung di setidaknya enam negara yang diduga menyelewengkan lebih dari USD 4,5 miliar. Kasus tersebut melibatkan nama sejumlah pejabat tinggi dan pengusaha Malaysia.

“Mengingat kemungkinan terjadinya skandal 1MBD di Malaysia, menurut saya tidak terlalu jauh, padahal pajak 11-12% tentu akan mendorong bahkan pendapatan negara. Seharusnya justru menutup celah korupsi. “Negara ini akan sulit maju jika dirusak oleh korupsi, terutama oleh para pemimpin daerah,” tambah Diana.

Tonton juga videonya: Keluhan warga soal PPN meningkat hingga 12 persen pada tahun 2025

(kil/kil)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *