Jakarta –

Read More : Anthony Elanga Terbang Tinggi Selepas Tinggalkan MU

Banyak orang mulai tertarik dengan mobil listrik dan hybrid. Kedua mobil tersebut dinilai lebih irit dan ramah lingkungan.

Salah satu persamaan mobil listrik dan hybrid adalah memiliki baterai dan motor listrik. Namun fungsi aki mobil listrik sangat berbeda dengan mobil hybrid.

Lalu apa perbedaan baterai mobil listrik dan mobil hybrid? Simak pembahasan artikel perbedaan aki mobil listrik dan mobil hybrid pada artikel kali ini

Sebagian orang mungkin menganggap aki mobil listrik dan hybrid itu sama. Meski sama-sama baterai, namun tentu berbeda fungsi dan ukurannya.

Sekadar informasi, mobil listrik atau electric vehicle (EV) merupakan kendaraan yang hanya mengandalkan listrik sebagai sumber energinya. Sebab, mobil listrik tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) seperti mobil konvensional.

Berbeda dengan mobil hybrid, kendaraan ini memadukan dua sumber tenaga sekaligus untuk menggerakkan rodanya, yakni bensin dan motor listrik. Oleh karena itu, baterai pada mobil hybrid lebih kecil dibandingkan pada mobil listrik, karena fungsinya tidak sepenting pada EV.

Agar lebih jelas, berikut perbedaan aki mobil listrik dan mobil hybrid: 1. Pengisian daya

Apabila aki mobil listrik habis maka harus diisi di stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU. Jika akinya kosong, mobil listrik tidak bisa dihidupkan.

Sebaliknya, baterai mobil hybrid tidak perlu diisi melalui SPKLU. Karena aki dapat mengisi ulang listriknya saat mobil sedang digunakan.2. Mode pengoperasian

Seperti dilansir Auto 2000, baterai mobil listrik bekerja dengan cara mengarahkan aliran listrik ke mesin untuk menghasilkan tenaga. Dengan begitu, mobil listrik bisa dibawa kemana pun Anda mau.

Sedangkan mobil hybrid tetap membutuhkan bensin untuk menjalankannya. Sebab, listrik pada aki mobil hybrid dihasilkan dari pengereman regeneratif dan mesin bensin.

Saat mobil hybrid direm, putaran roda bekerja seperti generator yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Dengan demikian, energi listrik disimpan dalam baterai mobil hybrid untuk menggerakkan mesin.3. Masa pakai baterai yang lama

Penggunaannya dapat merusak aki mobil listrik dan hybrid sehingga mengakibatkan kinerjanya kurang optimal. Jika hal ini terjadi maka Anda perlu mengganti baterai dengan yang baru.

Seperti dilansir dari situs EV Connect, rata-rata daya tahan baterai mobil hybrid dan listrik adalah sekitar 10 tahun. Namun, masa pakai baterai mungkin berbeda-beda tergantung penggunaan masing-masing orang.

Jika Anda sering menggunakan mobil listrik untuk aktivitas sehari-hari, masa pakai baterainya mungkin lebih pendek. Sebaliknya, baterai bisa bertahan lebih lama jika dirawat secara rutin. Biaya Penggantian Baterai

Jika tiba saatnya mengganti aki mobil listrik, dealer mobil harus rela merogoh kocek dalam-dalam. Masalahnya, baterai mobil listrik lebih mahal dibandingkan baterai mobil hybrid.

Misalnya saja harga baterai standar Hyundai Ioniq 5 sekitar Rp 300 jutaan, sedangkan tipe jarak jauh sekitar Rp 400 jutaan. Sedangkan harga baterai Innova Zenix Hybrid berkisar Rp 40 jutaan.

Inilah perbedaan baterai mobil listrik dan mobil hybrid. Jadi tertarik beli mobil nih detikers? Tonton video “Mengenal Cara Kerja Hybrid pada Wuling New Almaz RS Pro Hybrid” (ilf/fds)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *