Jakarta –

Read More : Wajib Cair H-7 Lebaran 2025, Berapa THR yang Diterima Karyawan Swasta?

Aplikasi e-commerce asal China, Temu, menarik banyak perhatian karena disebut-sebut akan mencaplok Bukalapak (BUKA). Bahkan, ada kekhawatiran aplikasi ini merugikan produk lokal karena menawarkan produk China dengan harga murah.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masdukis mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini telah memblokir dan menghapus program Temu di Indonesia. Jadi, Temu tidak bisa dijangkau di Indonesia.

“Itu (Kominfo) sudah dihapus. Apalagi tidak boleh menggunakan jaringan internet negara dan publik, kami coba buat sendiri, tiba-tiba kami yang tidak diuntungkan,” kata Teten dari UKM Kemenkop. Kantor, Jakarta, Kamis (17/10/2024).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut surat yang dikirimkan Teten kepada Cominfo yang meminta perlindungan produk UMKM untuk pasar China.

Kata Teten, jangan sampai masuknya produk luar negeri yang membanjiri Tanah Air justru melemahkan sisi UMKM. Selain itu, peran UMKM sendiri juga sangat penting dalam mewujudkan cita-cita RI menjadi negara maju.

Saya kira pemerintah berkepentingan untuk melindungi industri lokal, khususnya manufaktur dan UKM. Menurut perkiraan saya, model platform seperti Temu sulit karena akan sangat murah, sehingga industri lokal dan produk UMKM akan sulit bersaing,” ujarnya.

Langkah perlindungan UKM ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jangan sampai penerapan program seperti Temu justru menambah pengangguran sehingga membebani perekonomian.

“Kami dari awal sudah bilang tidak bisa (dalam rapat) dan ketika saya sampaikan ke Presiden (Jokowi), Presiden mendukung. Katanya, “Katakan saja dulu pada saya, Pak Taten.” perdagangan, tapi negara-negara juga melindungi negara lain, semua negara dan semua bangsa melindungi diri mereka sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, Temu berbeda dengan bisnis online lainnya. Pemerintah juga berhak mengambil langkah pemblokiran ini karena aktivitasnya juga menggunakan infrastruktur digital publik Indonesia.

“Jadi negara boleh saja mengatasnamakan kepentingan rakyat, tidak, saya tidak izinkan. Ini wilayah Indonesia, apalagi pakai jaringan negara, itu milik publik,” kata Teten.

Saksikan juga video “Teten dukung Warung Madura: Jaringan Retail Modern Perlu Dibenahi”:

(sc/das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *