Jakarta –
Read More : Angelina Jolie Tuding Mau Dibungkam Brad Pitt Rp 1,37 Triliun Tutup Mulut KDRT
Bocor! Perum Bulog menjadi lembaga tersendiri yang langsung berada di bawah Presiden. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparno dalam rapat dengan Komite VI DPR, Selasa (11/5/2024).
Wahyu mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan pergantian kelembagaan Bulog. Selama ini Bulog mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perusahaan Gabungan Perum Bulog.
Dalam aturan tersebut, Bulog yang merupakan bagian dari Badan Usaha Pangan Negara (BUMN) diperbolehkan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha secara bersamaan.
Oleh karena itu, kata Wahyu, Presiden Prabowo Subianto meminta dirinya mempersiapkan transformasi kelembagaan Bulog sembari menunggu terbitnya Perpres.
“Presiden Prabowo Subianto meminta saya mempersiapkan transisi secara khusus. Saya mendapat perintah: ‘Mas Wahyu, ubah institusionalisasi Bulog. Kita akan kembali ke 52 tahun sebelumnya.’ (5/11).) di Gedung DPR RI Jakarta Pusat. 2024).
Saat ditanya lebih detail mengenai rencana tersebut, Wahyu menegaskan bahwa Bulog ke depannya tidak lagi menjadi bagian dari BUMN Pangan dan akan melapor langsung ke Presiden.
“Ke depan apakah Bulog akan menjadi lembaga pemerintah lagi? (Tidak termasuk BUMN?) Enggak, coba dikaji fungsinya dalam sejarah. Kita lihat sejarahnya. 50 tahun lalu disebut apa? Badan Urusan Logistik. Kita” ya (di bawah siapa?) langsung di bawah Presiden,” jelas Wahyu saat ditemui usai rapat.
Terkait usulan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengarahkan Bulog, Wahyu mengaku tidak ada sangkut pautnya. Dia menegaskan, perintah langsung yang disampaikan Prabowo kepadanya hanya untuk mempersiapkan transformasi menjadi lembaga Bulog.
“Entahlah, tapi Presiden memerintahkan saya untuk mempersiapkan transformasi lembaga. Urgensinya harus kuat,” jelas Wahyu.
Sekadar informasi, usulan Bulog di bawah Kementerian Pertanian sebelumnya datang dari Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Selain Bulog, Sudaryono juga mengusulkan keikutsertaan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam koordinasi Kementerian Pertanian. Tujuannya untuk memperlancar komunikasi di bidang pangan dari hulu hingga hilir.
“Apa pun yang kita inginkan, kita tidak ubah organisasinya. Pada dasarnya organisasinya masih ada, tapi yang ‘ketua kelas’ adalah Menteri Pertanian. .karena sampai saat ini Menteri BUMN fokus pada pemupukan, Menteri Perdagangan yang fokus pada pemupukan. prihatin dengan hasil panen tersebut. “Bulog punya BUMN lain. Kami tidak bisa memerintahkan Bulog untuk menyerap hasil panen petani,” kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Jumat lalu (27 September 2024).
Simak Videonya: Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Manajer Bulog untuk Ambil Alih Perusahaan Beras di Kamboja
(hns/hns)