Jakarta –

Read More : 13 Buah dan Sayuran yang Baik untuk Ginjal, Apa Saja?

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar bertekad mengakhiri penyelundupan obat-obatan herbal yang mengandung Bahan Kimia Obat (MDCs) yang melebihi batas aman. Bahkan, BPOM kini bersiap menindak oknum produsen obat herbal ilegal di beberapa daerah di Indonesia.

“Kami akan bergerak terus, karena kami dengar banyak di beberapa tempat di Kalimantan Utara, Medan, Semarang, Surabaya. Kami akan cepat lakukan,” kata Taruna saat ditemui Detikcom, Kamis di Kuningan, Jakarta Selatan (31/ 10/2024).

“Kami tidak akan mengumumkannya sebelum kami mengambil tindakan,” lanjutnya.

Sebelumnya, BPOM menindak beberapa produsen obat tradisional ilegal yang beredar di beberapa daerah di Indonesia yang mengandung BKO seperti deksametason, tramadol, dan sildenafil sitrat yang melebihi batas aman.

“Yang paling banyak kita temukan (jamu ilegal) di Jakarta, disusul Bandung, lalu daerah perbatasan seperti Pekanbaru, Batam. Lalu Medan, Kalimantan Utara, dan Makassar,” kata Taruna. BPOM ingin menyelamatkan produsen obat tradisional

Taruna menegaskan, upaya tersebut bukan berarti BPOM tidak mendukung peredaran jamu sebagai obat herbal di Indonesia. Menurut dia, selama produksi jamu sesuai dengan aturan yang berlaku, BPOM mendukung penuh.

“Kita tahu obat pertama kita ada lebih dari 17.200, obat pertama kita adalah obat-obatan dan obat asli ini bisa dikembangkan menjadi obat dengan kualitas yang baik.

“Tahukah Anda ada berapa pelaku usaha di sini? Di sini ada 1.070 dan kita harapkan terus bertambah,” sambungnya.

BERIKUTNYA: Perdagangan narkoba ilegal bernilai puluhan miliar dolar

Tonton video “Video: BPOM Uji Obat Berbahaya Penyebab Kerusakan Hati, Ini Daftarnya” (dpy/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *