Badung –
Read More : Pesawat Terjun Bebas 6.000 Meter dalam 6 Menit, Penumpang Mual-mual
Keranjang Bali semakin populer. Tempat ini tidak hanya menjadi pusat oleh-oleh khas Bali, namun juga memiliki berbagai spot foto dari bangunan makam.
Keranjang Bali, di Jl. Bypass Ngurah Rai No.97, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, menawarkan beragam oleh-oleh mulai dari makanan hingga kerajinan tradisional UMKM Bali.
Sesuai dengan namanya, Keranjang Bali memiliki bentuk seperti keranjang yang keren dengan ukuran panjang 15,4 meter dan lebar 58 meter. Lengkap dengan motif barong Karang Boma yang memberikan kesan khas Bali. Seringkali menjadi pusat perhatian orang-orang yang melewati kawasan Kuta. Dibangun pada tahun 2019, gedung ini memiliki empat lantai dan memiliki area bertema berbeda yang mencerminkan keindahan Bali. Mengusung motto #BaliInOneKeranjang, Keranjang Bali menawarkan suasana Bali melalui pengalaman berbeda dan menampilkan produk-produk terbaik UMKM Bali.
Bukan sekadar kenangan istimewa. Di Keranjang Bali, traveler akan mendapatkan pengalaman berburu oleh-oleh yang unik. Keranjang juga menawarkan banyak spot foto cantik khusus bagi wisatawan yang suka berfoto. Digital Marketing Director The Keranjang Bali, Maul mengatakan, hampir setiap sudut The Keranjang Bali sangat cocok untuk fotografi. “Kita tahu kalau jaman sekarang semua orang punya jejaring sosial, jadi pasti ada momen yang abadi. Terakhir, kita lakukan agar pengunjung bisa membeli dan mengabadikan momen tersebut. Kita buatkan ruang untuk berfoto di setiap sudut yang indah dan unik, biar nggak ‘ Tidak bosan,” kata Maul.
Lantai empat menjadi surganya para traveller yang ingin berburu spot foto. Setiap etalase terbuat dari bahan yang berbeda. Ada pertunjukan seperti Pasar Ikan Jimbaran, Lovina, Monkey Forest dan Kintamani. Tak hanya itu, traveler juga bisa menemukan spot foto dengan persawahan Jatiluwih. Dikenal sebagai tempat Sawah Gadang Purnama. Sembari memesan kopi, wisatawan bisa menikmati hamparan sawah kecil yang merupakan tempat yang sangat indah di Jatiluwih. Beranjak ke area kedua, penumpang bisa menemukan dua ayunan yang bisa dimainkan, dan bisa dijadikan area berfoto unik. Maul pun merekomendasikan dua spot foto yang disebut-sebut populer di kalangan wisatawan. Ada Jembatan Antun-Antun, Taman Luwung, dan Farmhouse ala Ubud. “Sebenarnya hampir setiap sudut di sini bisa jadi spot foto. Yang paling direkomendasikan adalah Jembatan Antun-Antun, Taman Luwung, dan Poty Spot ala Ubud,” kata Maul. Jembatan Antun-Antun merupakan jembatan bambu. Di bawahnya ada kolam berisi air mengalir dan ikan. Jembatan ini dibangun dengan arsitektur tradisional Bali. Seperti sanggah dan hiasan ceng-ceng, alat musik tradisional Bali. Wisatawan bisa menemukan gerabah buatan Ubud tak jauh dari tempat penyewaan pakaian tradisional Bali. Beda dengan tempat gerabah yang satu ini, traveler ibarat memasuki sebuah koridor yang banyak terdapat tanah liat yang menggantung. Persis sama dengan di Ubud.
Terakhir, sebelum memasuki mall, traveler akan menemukan kawasan Taman Luwung. Galeri dengan pintu gebyok tradisional Bali di bagian belakang, dikelilingi patung batu Bali dan payung warna-warni. Cocok untuk traveler yang mencari spot foto dengan ciri khas Bali yang autentik! Usai menjelajahi gambar-gambar keindahan di lantai 4, wisatawan dapat melanjutkan berburu oleh-oleh khas Bali di lantai tiga, dua, dan satu. Tak perlu khawatir, segala macam oleh-oleh khas Bali bisa ditemukan di sini. Tentunya dengan harga yang ramah di kantong juga. Bagi traveller yang ingin berburu oleh-oleh khas Bali, namun juga ingin mencari tempat untuk foto-foto indah. Keranjang raksasa yang wajib kamu coba, Keranjang Bali! Tonton video “Berburu Oleh-Oleh di The Keranjang Bali, Ada Apa?” (perempuan/perempuan)