Jakarta –

Read More : Ilmuwan China Rekayasa Virus Mutan Ebola di Lab, Efek Infeksinya Super Horor

Makam Firaun Tutankhamun atau Tutankhamun memiliki banyak cerita legendaris bahkan dianggap sangat terkutuk. Pasalnya, pada tahun 1922, beberapa orang yang ikut serta dalam pencarian makam ini meninggal tak lama setelah digali dan ditemukan.

Salah satu korban tewas adalah seseorang yang mendanai penggalian Lord Carnarvon. Meskipun makam Tutankhamun dikaitkan dengan kematian seorang pria, ia sebenarnya meninggal karena infeksi darah yang sama sekali tidak ada hubungannya.

Hal ini menyebabkan munculnya “kutukan takhayul” di sekitar makam bersejarah, yang menghalangi banyak pengunjung untuk mendekati makam tersebut.

Meski begitu, para ahli baru-baru ini menemukan fakta baru tentang kematian yang terjadi pasca pembukaan makam Tutankhamun. Menurut laporan di Journal of Scientific Exploration (JSE), para ahli mengatakan pemicunya adalah limbah beracun dan mematikan yang tertinggal di makam selama pembangunannya.

BEJ menyatakan banyak makam kuno di seluruh Mesir, termasuk makam Firaun Tutankhamun, memiliki tingkat radioaktivitas yang tinggi. Oleh karena itu, siapa pun yang bersentuhan dengan kuburan dapat terkena penyakit kanker dan radiasi, yang dapat berakibat fatal.

BEJ mengungkapkan, baru-baru ini pihaknya mendeteksi peningkatan tingkat radiasi yang sangat tinggi yang mengkhawatirkan di Mesir. Selain makam Tutankhamun, Osiris, dewa kematian Mesir kuno, dan pemakaman Saqqara juga dipenuhi limbah radioaktif.

“Penghitung Geiger mendeteksi radiasi di dua lokasi di Giza di sebelah piramida,” kata surat kabar itu, dikutip The Sun.

“Potongan tersebut digambarkan sebagai bahan yang sangat radioaktif.”

Seperti dikutip dari Daily Mail, radiasi tersebut diyakini berasal dari unsur alami yang mengandung uranium dan limbah beracun yang sengaja dimasukkan ke dalam kuburan.

Para ahli juga menemukan tingkat radioaktivitas yang sangat tinggi di beberapa dinding candi. Dipercaya juga bahwa orang-orang yang pertama kali membangun makam tersebut menyadari “atmosfer” yang beracun dan secara sensasional meninggalkan tulisan di dinding yang memperingatkan akan adanya penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

“Sifat kutukan jelas tertulis di beberapa makam, salah satunya diterjemahkan menjadi ‘mereka yang memasuki makam ini akan meninggal karena penyakit yang tidak dapat didiagnosis oleh dokter’,” kata studi BEJ.

Di sisi lain, Egyptologist Jennifer mengatakan kutukan takhayul ini terkait dengan banyaknya bakteri yang berkembang biak di mayat dan makanan busuk yang sering ditemukan di kuburan.

“Tentu menarik serangga, jamur, [bakteri] dan sebagainya. Bahan bakunya pasti sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu,” lanjutnya.

Selain itu, kajian ilmiah juga menyebutkan bahwa beberapa mumi membawa dua jenis jamur berbahaya, yakni Aspergillus niger dan Aspergillus flavus. Keduanya bisa menyebabkan reaksi alergi, hidung tersumbat, bahkan pendarahan paru-paru. Amonia, formaldehida, dan hidrogen sulfida juga ditemukan di kuburan. Tonton video “IDAI: Biaya Pengobatan Thalassemia Termahal, Mungkin Rp 1T” (Bitch/Jalang)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *