Jakarta –
Read More : Apple Borong Saham Perusahaan Satelit Globalstar, Buat Apa?
Peristiwa ledakan pager milik kelompok Hizbullah menunjukkan bahwa alat komunikasi kuno ini masih banyak digunakan meski zaman sudah beranjak ke smartphone. Jadi, apa yang membuat pager masih tersedia?
Sebelum munculnya telepon seluler, banyak orang menggunakan pager sebagai alat komunikasi. Bentuknya persegi, bisa dibawa kemana saja, bahkan bisa disimpan di dalam tas. Menjadi favorit masyarakat modern pada tahun 1990-an.
Jangan dibayangkan pager bisa dijadikan telepon, karena fungsinya masih sebagai alat komunikasi dasar, sebenarnya hanya mempunyai satu arti yaitu menerima dan kadang bisa mengirim pesan singkat ke nomor yang dituju. Pages adalah generasi pertama perangkat komunikasi seluler portabel.
Seiring kemajuan teknologi dengan lahirnya telepon seluler, jumlah pager pun meningkat. Halaman tidak mampu memenuhi kebutuhan pengguna karena fungsinya terbatas dibandingkan telepon seluler yang dapat melakukan panggilan, mengirim pesan teks, mengambil foto, dan menjelajah Internet.
Namun di beberapa daerah ternyata pager masih penting, misalnya di industri kesehatan yang menggunakan pager untuk berkomunikasi. Sektor swasta yang juga menjaga privasi juga membutuhkan pager ini.
Cara menerima pesan di pager ini menggunakan gelombang radio, sehingga bisa digunakan meski di area yang tidak ada sinyal seluler. Karena pesan diterima melalui frekuensi radio, pager tidak dapat dilacak atau diretas seperti ponsel pintar.
Lokasi ponsel dapat dilacak karena selain menerima dan mengirim pesan, ponsel juga menggunakan sinyal. Ponsel pintar masa kini berfungsi karena menggunakan sinyal seluler.
Dari segi performa, pager bisa bertahan lama, hingga berbulan-bulan dengan satu baterai. Fitur ini membuat pager populer di daerah terpencil yang pasokan listriknya tidak mencukupi atau kurangnya jaringan seluler, seperti dilansir Indian Express, Jumat (20/9/2024).
Fitur ini rupanya membuat pager bisa bertahan dari serangan smartphone, salah satunya digunakan oleh anggota Hizbullah.
Menurut laporan, wajah tentara Palestina meledak karena mengandung bahan peledak. Badan intelijen Israel, Mossad, menuduh bahwa pager tersebut dialihkan oleh Hizbullah beberapa bulan lalu.
Menurut sumber Sky News Arabia, agen Mossad diduga menanam pentaerythritol tetranitrate (PETN), bahan yang sangat mudah meledak, di komponen baterai pager. PETN digunakan oleh militer.
Menurut sumber, pager tersebut kemudian meledak dengan sinyal eksternal, menyebabkan baterai menjadi terlalu panas dan meledak. Operasi kompleks tersebut menyebabkan ribuan pager meledak, menyebabkan 9 kematian dan sekitar 2.800 luka-luka. Tonton video “Update mengenai ledakan pager Hizbullah: 12 tewas, 2.800 terluka” (agt/fay)