Jakarta –

Read More : 136 Ribu Ha Sawah Sudah Beralih Fungsi, RI Bisa Swasembada Pangan?

Anggota panitia Yan memperkirakan selama ini Trigana Airlines sering mengalami gangguan mesin, tergelincir dan jatuh, terutama di wilayah Papua.

Menurut dia, kejadian di Bandara Trigana kerap terjadi tanpa ada intervensi atau peringatan dari Kementerian Perhubungan sebagai pengatur utama transportasi udara.

“Sampai saat ini pemerintah belum menerapkan standar kelaikan udara yang ketat yang harus dipatuhi oleh semua maskapai penerbangan yang beroperasi di Papua, termasuk maskapai besar,” kata Yan dalam keterangannya, Senin (9/9/2024).

Acara tersebut juga berlangsung hari ini bersama Kerdina Ramses Limbong, istri Penjabat Gubernur Papua, dan Ibu Susannah Wangai, Penjabat Direktur Yapen.

Dengan berulangnya kejadian di Trigana Air, politikus Gerendra asal Papua Tengah ini meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusut tergelincirnya Trigana Air di Bandara Stevenage Rumbewas.

Ia menegaskan, maskapai penerbangan yang beroperasi di Papua harus jelas memenuhi standar penerbangan YPM, dan tidak akan terpaksa terbang jika dinyatakan tidak layak terbang.

Lebih lanjut Yan mengatakan, “Semua pesawat Trigana Airlines yang beroperasi di Papua, termasuk pesawat lain yang melayani rute domestik, baik untuk pelayanan angkutan komersial, penumpang atau umum atau pengiriman logistik, wajib memenuhi standar penerbangan yang benar.

Ia juga menegaskan, pesawat Trigana kerap mengalami kecelakaan. Menurutnya, bukan hal yang aneh jika operator mengalami kecelakaan berturut-turut namun tetap diperbolehkan terbang tanpa perbaikan apa pun.

Anehnya, Trigana Airlines masih diperbolehkan beroperasi dengan satu jenis pesawat, baik tipe ATR, dengan kapasitas sekitar 40-70 penumpang. Pemerintah sebaiknya melakukan penilaian komprehensif terhadap standar kelaikan udara maskapai penerbangan yang ada di Papua. Yan menjelaskan.

Menurut dia, Kementerian Perhubungan harus mengeluarkan aturan tegas dan melarang Trigana Airlines beroperasi hingga kejadian hari ini diselidiki.

Kementerian Perhubungan juga harus melakukan audit internal terhadap kelaikan udara seluruh pesawat Trigona Airlines. Selanjutnya, pemerintahan baru mengumumkan apakah Trigana masih layak melayani masyarakat Papua, baik dalam rangka jalur perdagangan, jalur logistik, atau kebutuhan peningkatan operasional pesawat di Papua.

Harapan saya, kejadian serupa tidak akan menyebabkan lebih banyak kematian di masa depan, kata Yan. Alhamdulillah atas kecelakaan hari ini, 42 penumpang dan 6 awak masih selamat. (bicara/gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *