Jakarta –

Read More : Timnas Inggris Mau Goda Michael Olise yang Tak Dilirik Prancis?

Menteri Pertanian (Menthan) Andy Amran Sulaiman telah memerintahkan jabatan Inspektur Jenderal (Irjen) menyelidiki kemungkinan pembelian barang dari calo atau calo yang sengaja meminta komisi 20% untuk mendapatkan kontrak. Amran tak segan-segan melapor ke polisi jika terbukti benar.

“Hari ini saya perintahkan Irjen berjanji kepada aparat penegak hukum bahwa ada masyarakat (broker/broker) yang akan menyetor 15-20 persen dari harga kontrak pembelian ke Kementerian karena pemberitaan di Internet. Pertanian, Sabtu (7/9/2024) dalam keterangannya yang dikutip.

Amran menegaskan Kementerian Pertanian tidak menerima adanya kecurangan yang merugikan nama baik organisasi. Ia tak ingin membebani petani untuk meningkatkan produksi di tengah kekeringan berkepanjangan di Indonesia.

Dia berjanji akan memecat pejabat Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat korupsi. Ia mengatakan, pihaknya kembali menginstruksikan Irjen untuk memeriksa pihak-pihak terkait dalam laporan tersebut.

Terkait hal tersebut, Irjen Kementerian Pertanian Setio Budianto mengaku siap menjalani cuti panjang di lingkungan Kementerian Pertanian. Salah satunya adalah mengusut aktivitas ilegal atau pelanggaran lain yang merugikan pembangunan pertanian nasional.

“Saya berpendapat, langkah-langkah pemberantasan korupsi akan lebih efektif. Pemberitahuan agen pengadaan Kementerian Pertanian ke aparat penegak hukum adalah bagian dari upaya untuk memberikan shock terapi kepada pihak lain. perlunya pemulihan. Pengadilan di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi Pasca badai kasus tersebut, kepercayaan masyarakat meningkat

Perlu diketahui, Amran sendiri menangani demokratisasi dan migrasi lebih dari 1.500 pekerja bermasalah serta mempolitisasi 700 mafia pangan. Pada saat yang sama, Amran membersihkan Kementerian Pertanian dari korupsi dan menyelamatkan pejabat dari praktik korupsi.

Bahkan, Amran pernah mencopot pimpinan lima direktorat, dimulai dari CEO dan empat direktur. Hasilnya, pada tahun 2014-2019, Amran Suleiman mampu mewujudkan Indonesia swasembada pangan sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2017, 2019, dan 2020.

Sebelumnya, Amran mendapat kabar online bahwa masyarakat bisa membeli alat dan mesin pertanian melalui e-katalog Direktorat Prasarana dan Prasarana Pertanian.

Pria tersebut mengaku pernah bersama pejabat Kementerian Pertanian dan menuntut 15-20 persen dari harga kontrak. Hal tersebut telah dilaporkan ke Direktorat Reskrim Polda Metro Jaya dengan nomor laporan: STTP/B/5159/VIII/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA 29 Agustus 2024 (ada/ara)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *