Jakarta-
Read More : KAI Tebar Diskon Tiket Kereta Hingga 70%, Ini Daftar Relasi Perjalanannya
Beberapa mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) turut serta dalam acara dialog ekonomi “Peran dan Potensi Kelas Menengah Menuju Indonesia Emas 2045”. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian yang hadir adalah Presiden Tanjung, Aburizal Bakrie, Darmin Nasution, Sri Mulyani Indrawati dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.
Kita kumpulkan para sesepuh, para menteri koordinator puncak ada di sini. Mulai tahun 2000-an Profesor Dorodyatun, lalu Pak Aburizal Bakria, lalu Presiden Tanjung, Pak Darmin Nasution, kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. konferensi pers di Gedung AA, Maramis, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2024).
Airlangga menjelaskan, pembahasan yang dibahas adalah mengenai peran kelas menengah di Indonesia sebagai penggerak utama perekonomian. Saat ini, negara ini memiliki sekitar 17,13% kelas menengah dan hampir 50% kelas menengah atau kelompok rentan.
Menurut Airlangga, kelompok kelas menengah memiliki karakteristik yang erat kaitannya dengan pola konsumsi. Industri makanan, real estate, pendidikan dan hiburan atau jasa mendominasi pengeluaran mereka.
“Jadi ciri-ciri kelas menengah adalah pola konsumsinya yang pengeluaran terbesarnya biasanya pada sektor makanan, disusul perumahan, kesehatan, pendidikan, hiburan, atau jasa,” ujarnya.
Industri makanan dan minuman menjadi yang paling dominan. Tempat berikutnya diikuti oleh real estate.
“Bahkan untuk perumahan, prioritas ini merupakan salah satu pengeluaran terpenting setelah makanan dan minuman. Jadi bagi kelas menengah, industri real estate ini penting,” imbuhnya.
Airlangga juga menyoroti peran kelas menengah dalam penyerapan tenaga kerja ekonomi, khususnya dalam hal kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja. Mereka diyakini berperan dalam mencapai target emas Indonesia 2045.
Oleh karena itu, untuk mempertahankan kelas menengah, kita perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tinggi, karena hal ini akan membantu kelas menengah kita tumbuh dan mengurangi mereka yang kelas menengahnya berakhir, tutupnya. Tonton video “Golkar Alasan Airlangga Mundur dari Ketum: Supaya Pilkada Lebih Lancar” (ily/ara)