Jakarta –

Read More : Prabowo Mau Bentuk 70 Ribu Koperasi Desa, Butuh Rp 5 M per Unit

Di Kampung Tengah, Jakarta Timur, pasar induk Kramat Jati, terjadi peristiwa unik. Puluhan ton pepaya dibuang karena tidak laku.

Melansir Antara, pedagang pepaya di pasar induk Kramat Jati menelantarkan puluhan ton barang dagangannya sejak kemarin (22/4). Hal ini disebabkan melimpahnya stok pepaya dan merosotnya harga saat turunnya harga.

Diketahui, peristiwa yang melibatkan pedagang pelempar pepaya itu terjadi jelang Hari Ibu (26/4) lalu. Untuk mengetahui lebih lanjut kisah tersebut, detikcom memutuskan mengunjungi pasar induk pada Senin (29/4/2024).

Pantauan di lapangan pagi tadi, terdapat beberapa tumpukan buah pepaya yang dibuang di dekat pintu masuk toko buah. Sebagian besar pepaya ini dikumpulkan bersama kertas atau limbah buah lainnya.

Pepaya yang terkontaminasi tampak busuk dan tidak layak dikonsumsi. Beberapa pepaya bahkan berwarna sangat hitam dan berbau tidak sedap.

Saat ia menuju ke samping kios buah, ia melihat beberapa buah pepaya lainnya terlindas roda truk. Akibatnya, sebagian besar buah berserakan di dekat jalan masuk atau di ruang kosong di bawah truk.

Namun jika dilihat sekilas, jumlah pepaya yang dibuang di wilayah tersebut saat ini kurang dari puluhan ton seperti sebelumnya. Pasalnya, pepaya busuk yang dibuang siang tadi sepertinya sudah dibersihkan petugas.

Saat berjalan-jalan, Anda bisa melihat banyak petugas kebersihan sedang membersihkan sisa buah dan sayuran, termasuk pepaya yang membusuk. Mereka beroperasi menggunakan berbagai alat berat seperti wheel loader untuk mengangkut sampah ke truk.

Di sisi lain, pedagang juga bisa melihat pepaya segar yang datang ke pasar dari truk. Kondisi ini menunjukkan bagaimana pedagang baru membeli stok pepaya baru untuk dijual nantinya.

Untungnya, karena itu, para pedagang tidak banyak membuang pepaya saat ini. Karena pepayanya masih bagus dan laku.

Lihat juga “Skema Distribusi Narkoba Bali: Sabu Bungkus Daun Pepaya”:

(fdl/fdl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *