Jakarta –
Read More : Pentingnya Teamwork dan Tips Membangun Tim yang Ideal dalam Perusahaan
Kinerja perekonomian, investasi, dan ekspor Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan rata-rata dunia. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, perekonomian Indonesia juga berada di atas rata-rata global.
Menurutnya, banyak negara yang sedang berjuang mengatasi pandemi Covid-19 dan masih berjuang untuk pulih. Pada saat yang sama, Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%.
“Pertumbuhan Indonesia selalu berada di puncak,” ujarnya. Kalau semua tunduk pada Covid Indonesia, sembuh dan bisa meningkat 5%. “Sementara dunia masih berjuang dan pulih, mereka masih mengalami luka atau luka yang mendalam,” ujarnya dalam RAPBN 2025.
“Investasi kita tumbuh di atas rata-rata global. Tujuan investasi di Indonesia sangat menarik. Bukan berarti tidak ada pekerjaan di rumah, masih banyak yang harus ditingkatkan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ekspor Indonesia bagus karena memiliki beberapa bahan baku strategis seperti nikel dan lain sebagainya. Selain itu, kata dia, capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan fiskal pemerintah.
“Ekspor kita juga mengikuti pertumbuhan barang dan jasa global, terkadang dengan harga yang lebih tinggi ketika kita memiliki kepentingan geografis seperti nikel dan komoditas lainnya,” jelasnya.
Ia juga menyinggung capaian APBN yang berperan penting dalam melindungi masyarakat. APBN juga berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5% yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang baik.
“Pertumbuhan stabil 5%, apalagi setelah Covid atau bahkan sebelumnya. Meski dunia sedang gejolak. Kita punya kebutuhan. Konsumsi dalam negeri dan dalam negeri akan tetap stabil.” (Ily/rrd)