Jakarta –
Read More : Masalah Serius Jika Bulog Tak Maksimal Serap Gabah Petani
Ariana Jokowi menghadiri acara sosialisasi Departemen Komoditas Hortikultura di Makassar. Di sana, Ibu Negara menyerukan pentingnya pengelolaan komoditas hortikultura dari skala terkecil, yaitu rumah tangga.
Ditemani perempuan lain yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM), Iriana berinteraksi dengan peserta, memberikan motivasi, dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan rumah sebagai sumber pangan.
“Sebelumnya ibu-ibu sudah diperkenalkan kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan. Saya sangat senang bisa mengenal langsung ibu-ibu pimpinan gerakan PKK khususnya di Sulawesi, dan juga ada ibu-ibu dari Bhayankari, Berset dan perempuan ada anggota dan ketuanya ya, “Mau jualan apa, untuk ditanam sendiri bu,” kata Bu Eryana pada Jumat (23/8/2024).
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andy Imran Soliman membuka kegiatan yang digagas Sektor 5 OASE-KIM yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kaimantan). Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya memaksimalkan potensi pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
“Dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah, kita dapat menciptakan sumber pangan berkelanjutan sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” kata Mentan Imran.
Pada kesempatan yang sama, Anggota OASE-KIM Sektor 5 Marti Imran Suleiman mengatakan pengelolaan hasil hortikultura skala rumah tangga mempunyai peran strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi rumah tangga.
“Program ini tidak hanya mendorong kemandirian pangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan tanah kebun secara optimal,” kata Martati.
Marty menjelaskan, program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan khususnya ibu di wilayah Sulawesi agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarganya.
“Kami berharap dengan adanya komunikasi dan pelatihan ini para ibu-ibu dapat memanfaatkan lahan kebunnya secara optimal. Selain untuk dikonsumsi sendiri, hasil kebunnya juga dapat dijual sehingga meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Martati.
Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan lahan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik langsung. Peserta diajak belajar tentang teknik hidroponik dan memahami cara mengoptimalkan ruang pekarangan. Tak hanya itu, mereka juga diperkenalkan dengan budidaya ikan lele biomassa.
Di akhir sambutannya, Martati berpesan kepada para peserta untuk terus mengembangkan dan menjaga kelestarian pemanfaatan lahan sekitar sebagai sumber pangan keluarga.
“Saya berharap ibu-ibu semua tetap semangat mengelola lahan di sekitar rumahnya karena hasilnya akan sangat bermanfaat, baik bagi keluarga maupun masyarakat sekitar,” tutupnya.
Simak Video “Cindy Vardiansyah Bicara Tentang Restu Iriana Jokowi Maju Pilwali Kota Bogor” (ega/ega)