Jakarta –
Read More : Spek Mobil ‘AD 1 JKW’ Buat Jokowi Pulang ke Solo, Harga Rp 1 Miliaran
Toyota menargetkan produksi 47 ribu unit kendaraan hybrid ramah lingkungan di Indonesia. Bisa dibilang targetnya sudah ke depan. Apalagi mobil hybrid di Indonesia tidak hanya diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri, tapi juga untuk kebutuhan luar negeri.
Ya, lebih dekat untuk domestik dan ekspor, ekspornya 9 ribu unit, kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam baru-baru ini.
Bob menambahkan, diperkirakan 47 ribu unit mobil listrik buatan Indonesia akan terealisasi pada tahun 2025.
“Iya kita berharap tahun depan (setelah memproduksi 47 ribu unit mobil hybrid di Indonesia), minimal 50 persen produk kita adalah listrik, baik hybrid, PHEV, BEV setelah tahun 2030,” tambah Bob.
“Hibrida bukan hal baru, sudah ada sejak 20 tahun lalu. Makanya Indonesia harus buru-buru menciptakan ekosistem di Indonesia. Kalau lama-lama, semua hibrida akan diimpor,” lanjut Bob.
Saat ini TMMIN memproduksi dua mobil listrik hybrid di Indonesia yakni Kijang Innova Zenix dan Toyota Yaris Cross. Pabrik TMMIN di Karawang, Jawa Barat, memproduksi model untuk pasar domestik dan ekspor.
Tak hanya perakitan, proses produksi mulai dari pelat baja hingga mobil utuh dilakukan di Pabrik Toyota 2 Karawang, Jawa Barat. detikOto berkesempatan melihat proses produksi Toyota Yaris Cross dan beberapa mobil Toyota lainnya di Toyota Plant 2 Karawang.
Mulai dari Toko Pers. Dari sini, semua lembaran baja dibuat menjadi komponen. Toyota memperlihatkan adanya tiga robot press untuk membentuk lembaran baja menjadi komponen utuh. Robot membentuk komponen kecil, sedang, dan besar seperti bodi mobil.
Saat kami mengunjungi Pabrik Toyota 2 Karachi, kami diperlihatkan bagaimana robot besar membuat lembaran baja menjadi rangka samping mobil. Dari Press Shop ini mobil belum dibentuk, hanya komponen utamanya saja seperti rangka samping mobil, pintu mobil, atau lantai mobil.
Dari bentuk komponen yang dicetak kemudian dilanjutkan ke proses pengelasan. Beberapa komponen cetakan disambung menjadi satu membentuk monocoque pada proses pengelasan ini. Mulai dari komponen samping, belakang, depan, dan atap dilas menjadi satu dalam proses pengelasan.
Proses pengelasan ini sepenuhnya otomatis. Penggunaan robot pada proses pengelasan dilakukan untuk mengetahui ketelitian yang tinggi. Namun proses pengelasan banyak dilakukan oleh manusia untuk beberapa bagian.
Setelah mengelas bagian monocoque, proses selanjutnya adalah pengecatan. Sayangnya, kita tidak bisa mengamati langsung proses pengecatan tersebut.
Kami juga melihat proses perakitan baterai xEV di pabrik ini. Ada dua jenis baterai yang dirakit di sini, ada baterai nikel untuk Innova Zenix Hybrid, ada juga baterai lithium untuk Yaris Cross Hybrid.
Selanjutnya seluruh bagian mobil dirangkai menjadi satu bagian utuh pada proses perakitan. Mulai dari inner edge, fitur, mesin, kaki-kaki, kaca, seal, hingga wujud mobil lengkap diolah dalam layanan ini.
Setelah perakitan, semuanya sudah diperiksa. Mulai dari pengecekan fitur, kaki-kaki, uji kecepatan, uji pengereman, uji pancuran atau uji kebocoran air, hingga pengecekan kelistrikan. Tonton video “Toyota Prius Hybrid Perdana di GIIAS 2024, Harga Rp 689 Jutaan” (lth/din)