Jakarta –
Read More : ASN Pusat Pindah ke IKN, Ini Deretan Fasilitasnya
Pewaris merek fesyen ternama dunia Hermes, Nicolas Puech (81), kehilangan hampir seluruh asetnya senilai miliaran rupee. Hingga saat ini, belum diketahui di mana seluruh harta karun itu hilang.
Berdasarkan laporan Business Insider, Jumat (8/2/2004) Peuch kehilangan sebagian besar kekayaan simpanannya berupa 6 juta lembar saham Hermes senilai sekitar 13 miliar dollar AS atau Rp 210,6 triliun (kurs Rp 210,6 triliun). . 16.200/dolar Amerika).
Memang menurut informasi dari media Swiss Tribune de Genève, semua saham tersebut mulai disimpan di bank Jenewa pada tahun 2012. Namun, saat ini kami tidak mengetahui secara pasti di mana seluruh sertifikat saham tersebut berada.
Dalam pengaduan yang diajukan ke pengadilan Swiss, Puech menuduh mantan manajer kekayaan yang bekerja untuknya selama lebih dari dua dekade, Eric Freymond, berada di balik kerugian tersebut.
Namun pengadilan Swiss baru-baru ini menolak tuduhan Puech, dengan alasan kurangnya bukti. Bahkan dalam artikel New York Times, pengadilan menjadikan Eric Freymond sebagai kambing hitam atas kesalahan Puech sendiri.
Bersamaan dengan keputusan tersebut, Kejaksaan Jenewa juga menolak melakukan penyelidikan lebih lanjut karena tidak adanya bukti yang jelas dan tuntutan yang diajukan semata-mata atas tuduhan Puech.
Sebagai tanggapan, pengacara Peuch, Grégoire Mangeat dan Fanny Margairaz, mengatakan kepada Business Insider dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang mempelajari gugatan yang diajukan secara rinci dan menolak berkomentar lebih lanjut.
Di sisi lain, Stéphane Grodecki, kuasa hukum terdakwa, menyatakan kliennya sangat terkejut dengan persidangan tersebut. Pasalnya kliennya mengaku tidak pernah memanipulasi aset pasar saham tersebut.
“Freymond sedang mempertimbangkan kemungkinan mengambil tindakan hukum untuk membela kehormatannya,” kata Grodecki.
FYI, laporan Forbes menyebutkan bahwa Nicolas Puech merupakan generasi kelima penerus Thierry Hermès, pendiri salah satu merek fashion mewah ternama di dunia, Hermès.
Sebelumnya, Puech juga bekerja sebagai eksekutif di Hermes. Namun, ia mengundurkan diri dari jabatannya pada Agustus 2014. Saat itu, Puech masih memegang sekitar 5% saham perusahaan, sementara anggota keluarga Hermès lainnya juga memegang saham di perusahaan tersebut.
Memegang saham Hermes dan aset lainnya, Forbes kemudian memperkirakan aset Nicolas Puech sekitar $13,3 miliar atau setara 215,46 triliun rupiah. Namun, sebagian besar kekayaannya kemudian hilang entah kemana. (fdl/fdl)