Jakarta –

Read More : Turunan UU Kesehatan Sah, Lansia ‘Kesepian’ Tanpa Keluarga Ditanggung Negara

Olimpiade akan selalu mempertemukan orang-orang terbaik dari seluruh dunia. Atlet yang berlaga di Olimpiade adalah yang terbaik dalam segala aspek, termasuk pikirannya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa perbedaan antara otak atlet Olimpiade dan otak “orang biasa” dan mengapa mereka selalu lebih baik?

Sebuah studi cross-sectional tahun 2019 yang dilakukan oleh para ilmuwan di Northwestern University di AS menemukan bahwa atlet dari tim olahraga yang berbeda memiliki karakteristik sistem saraf yang berbeda dibandingkan orang biasa.

Menurut pembacaan gelombang otak, atlet papan atas lebih baik dalam mengabaikan kebisingan di sekitar mereka. Hal ini membuat mereka memiliki tingkat perhatian yang lebih tinggi dibandingkan orang biasa.

Bukan hanya suaranya. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa pemain tenis papan atas mampu memperpanjang momen konsentrasi visual. Kemampuan ini disebut dengan “silent eye” dan dapat membuat tembakannya menjadi lebih akurat.

Tindakan motorik sebagian besar dikoordinasikan oleh lapisan luar otak atau korteks. Perenang elit Olimpiade diketahui memiliki korteks yang lebih tebal dibandingkan orang kebanyakan.

Jalur antara area korteks serebral dan kelompok neuron di otak depan yang dikenal sebagai striatum memainkan peran penting dalam sinkronisasi rangkaian motorik. Fungsi otak ini tampaknya lebih ditingkatkan pada atlet tingkat tinggi, sehingga reaksi mereka lebih tajam.

Beberapa orang dilahirkan dengan kelainan otak yang berbeda. Namun, banyak atlet Olimpiade yang terlahir dengan kemampuan luar biasa.

Seorang ahli genetika di Universitas Parma, Italia, menerbitkan sebuah penelitian pada tahun 2015. Ia menemukan bahwa atlet tingkat tinggi, seperti atlet Olimpiade, memiliki banyak gen untuk pengangkut dopamin aktif (DAT).

Gen ini diketahui terlibat dalam pengeluaran energi, dorongan kompetitif untuk menang, dan keberanian mengambil risiko. Atlet tingkat Olimpiade telah mengubah otak mereka menjadi “mesin performa” yang mampu mendorong tubuh mereka hingga batas kemampuannya. Tonton video “Memulai di Kampung Olimpiade Paris 2024” (dpy/up)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *