Jakarta –
Read More : 3 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kurus, Nomor 2 Sering Kali Diabaikan
Obstructive sleep apnea (OSA) atau apnea tidur adalah kelainan dimana seseorang bernapas saat tidur akibat adanya sumbatan pada saluran napas. Kondisi ini biasanya disertai gejala yang terkadang terabaikan.
Seperti dikutip dari Mirror UK, sleep apnea menyebabkan penurunan oksigen dalam darah saat tidur sehingga dapat menyebabkan seseorang mati lemas. Selain itu, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani sistem kardiovaskular.
“Jika sleep apnea yang dialami seseorang parah, mereka lebih mungkin mengalami gagal jantung, stroke, atau serangan jantung. Kondisi ini juga dapat menyebabkan aritmia jantung,” kata dokter NHS dan spesialis tidur Hana Patel.
OSA bisa menyerang siapa saja, namun risikonya dua hingga tiga kali lebih tinggi pada pria. Risiko terjadinya ‘gangguan tidur’ ini mungkin meningkat ketika wanita mengalami obesitas dan menopause.
Lantas, apa saja gejala seseorang mengalami OSA 1? Mendengkur di malam hari
Orang yang mendengkur di malam hari mungkin mengalami gejala sleep apnea, terutama jika dengkurannya terdengar keras. Meski mendengkur merupakan salah satu gejala yang paling sering dilaporkan, seseorang bisa saja mengalami sleep apnea meski tidak ada ‘suara’ saat tidur.2. Sakit kepala saat bangun tidur
Orang yang menderita ‘gangguan tidur’ ini biasanya terbangun dengan sakit kepala yang berdenyut-denyut. Pakar gangguan tidur Joshua Piper mengatakan rasa sakit tersebut berkaitan dengan penurunan saturasi oksigen.
“Kami pikir hal ini ada hubungannya dengan penurunan saturasi oksigen dan peningkatan karbon dioksida dalam darah. Responnya adalah pembuluh darah melebar, memberi tekanan pada tengkorak dan menyebabkan sakit kepala,” kata Joshua. Kesulitan berkonsentrasi
Sleep apnea membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Hal ini disebabkan kurangnya produksi hormon yang dapat merangsang kewaspadaan seseorang.
“Hormon yang memicu kewaspadaan pada penderita OSA tidak diproduksi sesering pada orang yang cukup istirahat,” kata Joshua.4.
Sleep apnea berhubungan dengan nokturia atau kondisi di mana seseorang sering buang air kecil di malam hari. Ini karena tubuh berhenti memproduksi hormon antidiuretik (ADH).
“Saat kita memasuki tidur nyenyak, tubuh akan memproduksi hormon antidiuretik (ADH) untuk mengurangi jumlah urin yang kita buang air kecil di malam hari,” kata Joshua.5. Ubah posisi tidur
Penderita sleep apnea kesulitan mendapatkan tidur nyenyak. Sleep apnea menyebabkan tidur seseorang ‘tidak stabil’, artinya sering mengubah posisi tidur, menendang selimut, atau bahkan tidur di lantai. Tonton video “Dokter Jantung Ajak Remaja Periksa Kesehatan” (dpy/up)