Jakarta –

Read More : 10 Ide Usaha Rumahan di Bulan Puasa 2025 yang Bikin Cuan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan keputusan yang berpotensi menyebabkan harga cabai merah menjadi 90.000-100.000 rupiah per kilogram (kg). Bapanara mendorong masyarakat untuk menanam cabai sendiri di rumah.

Sekretaris Jenderal BAPNAS Sarva Eddy pertama mengatakan kenaikan harga cabai merah disebabkan berkurangnya produksi. Penurunan produksi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya cuaca.

Karena produksinya kurang, salah satu penyebabnya adalah cuaca, kata Servo Eddy di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).

Oleh karena itu, Servo AD menjelaskan bahwa timnya mencoba menghadirkan solusi berbeda. Pertama, masyarakat disarankan menanam cabai di rumah.

Hal ini mudah dilakukan, kata dia, karena sebelumnya sudah ada program penanaman lada mandiri melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Bapana menyarankan para petani untuk mendistribusikan benih lada kepada masyarakat.

“Keputusannya adalah, ya, Anda harus memasukkannya. Makanya saya berpesan kepada teman-teman petani untuk menanam dan menyebarkan benih lada di masyarakat agar bisa ditanam di pot di atap dan pekarangan, tidak terlalu sulit,” ujarnya.

Solusi kedua adalah dengan membuat tirai. Sarwo Edhy melihat opsi ini sebagai solusi jangka panjang karena lada sebenarnya bisa dipanen tanpa memandang musim.

“Itu salah satu solusinya, jadi peti, jadi (Chiles) tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkannya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengungkapkan, harga cabai merah kini mencapai Rp 90.000-100.000 per kilogram (kg).

Kepala BAPNAS Arif Prasetio mengatakan, penyebab tingginya harga lada karena hasil panen di beberapa daerah menurun. Untuk itu, timnya mengajukan solusi dengan menggalakkan distribusi dari beberapa daerah yang produksinya tinggi.

“Kalau lada, tantangan sebenarnya untuk produk hortikultura adalah kalau panennya rendah maka harganya akan tinggi, jadi salah satu solusinya adalah menggalakkan distribusi di berbagai daerah yang produksinya masih tinggi,” kata Arif pada Festival Pangan Nusantara di Gelora. . . Bang. Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/7/2024).

Arif berharap beberapa produk hortikultura nantinya mampu memiliki umur simpan yang lebih lama. Ia mengaku akan mengendalikan produksi lada bersama pihak terkait, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan).

“Sebaiknya kita menyelenggarakan produksi bersama Menteri Pertanian, khususnya Dirjen Hortikultura Chile. Petani tidak bisa berdiri sendiri tapi bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Simak videonya: Harga Lada Tinggi, Petani di Lumazang Semeringa

(gambar/gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *