Jakarta –
Read More : Anindya Beberkan Bukti Prabowo Bangkitkan Kepercayaan Global ke RI
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) perikanan hanya mencapai Rp533 miliar pada Juli 2024. Angka tersebut masih jauh dari target tahun 2024 sebesar Rp1,85 triliun.
Direktur Kapal Penangkapan Ikan dan Alat Penangkapan Ikan, Mochamad Idnillah mengatakan target tersebut menjadi prioritas pertama sesuai dengan adanya kebijakan penangkapan ikan terukur (PIT).
“Sesuai dengan kebijakan PIT, yang pertama terkait PNBP perikanan yang kini mencapai Rp533 miliar, masih jauh dari target sebesar 1,85 triliun,” kata Mochamad dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (26) / 7/2024).
Namun, dia mengatakan jumlah penerimaan mulai meningkat. Pasalnya, perusahaan telah melakukan perbaikan pada sistem operasi standar agar lebih efisien. Sebagai perbandingan, berdasarkan data yang tersaji, realisasi PNBP hasil tangkapan ikan pada semester I 2023 mencapai Rp49,13 miliar. Sedangkan pada Juli 2024 mencapai Rp53,84 miliar.
“Alhamdulillah PNBP sudah mulai meningkat karena SOP yang kami terapkan efektif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para agen perdagangan, dan database pelabuhan sudah mulai melayani dengan baik dan memiliki fasilitas yang cukup di pelabuhan perikanan.”
Pada kesempatan yang sama, pihaknya juga menjelaskan produksi ikan tangkapan mencapai 3,34 juta ton pada Juli 2024. Angka tersebut mencapai 111% dari target semester I sebesar 6 juta ton.
Lebih rincinya, disebutkan 3,1 juta ton berasal dari laut, sedangkan 0,22 juta ton berasal dari perairan pedalaman (PUD).
Dari hasil yang dicapai diperoleh 3,34 juta ton yang terdiri dari 3,1 di laut dan 0,22 di perairan umum pedalaman (PUD), seperti bonito dan ikan tenggiri, jelasnya. (kilo/kilo)