Ibu kota Jakarta –

Read More : Donald Trump Mau Selamatkan TikTok

Kabar duka bagi Indonesia, Wakil Presiden RI ke-9 Hamza Haz meninggal dunia di usia 84 tahun. Jenazah dimakamkan di rumah duka di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Selama menjabat Wakil Presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri, Hamzah Haz terbukti sangat berguna bagi pemerintah saat itu, terutama dalam urusan perekonomian. Sebab di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil diselamatkan dari jebakan utang Dana Moneter Internasional (IMF) yang disusul dengan keluarnya paket kebijakan ekonomi.

Indonesia lolos dari perbudakan utang IMF pada Desember 2003, diikuti dengan privatisasi perusahaan milik negara dan divestasi perbankan, demikian lapor situs Indonesia pada Rabu (24 Juli 2024). defisit anggaran negara.

Kata Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Presiden Bapenas. “Semua opsi yang ditawarkan IMF adalah ‘mencekik’” Indonesia. Intinya adalah menggantungkan Indonesia agar negara ini tetap bergantung pada Dana Moneter Internasional” saat itu, Kwik Kian Ge.

Setelah penghentian kerja sama dengan Dana Moneter Internasional, Megawati bersama Hamza Haz menerbitkan Keputusan Presiden No. 2003 5 mengacu pada paket kebijakan ekonomi pasca program IMF untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

Kebijakan ini terbagi dalam beberapa poin penting. Misalnya saja di bidang keuangan yang ditandai dengan reformasi kebijakan perpajakan, efisiensi belanja negara, dan privatisasi BUMN.

Di bidang keuangan, dirancang Jaring Pengaman Sektor Keuangan: divestasi perbankan di BPPN, penguatan struktur tata kelola bank-bank BUMN dan restrukturisasi pasar modal, asuransi sektor asuransi, dan dana pensiun.

Kemudian, di bidang penanaman modal, dilakukan peninjauan terhadap “Daftar Negatif Investasi” ke arah penyederhanaan perizinan, restrukturisasi sektor telekomunikasi dan energi, serta pemberantasan korupsi.

Efeknya dinilai cukup baik. Nilai tukar rupiah awal Rp 9800 (2001) menjadi Rp 9100 (2004), laju inflasi menurun dari 13,1% menjadi 6,5%, pertumbuhan ekonomi meningkat 2%, skor IHSG juga dari 459 (2001) menjadi 852 (2004).

Meski menurut catatan detikcom pada tahun 2004, implementasi paket kebijakan “white paper” atau keringanan utang pasca IMF di bawah pemerintahan Megawat dan Hamzah Haz belum mencapai 90%. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Kelompok Pemantau Implementasi White Paper, Yannes Hutagalung, beberapa hari sebelum diterbitkannya Laporan Final White Paper Implementasi.

“Penyelesaiannya belum mencapai 90%,” kata Yannes Hutagalung di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Oktober 2024. Kami berharap mereka dapat memberikan data yang akurat dalam 2-3 hari ke depan.”

“Implementasi White Paper cukup tinggi. Buku putih tersebut cukup berhasil, meskipun masih ada beberapa urusan yang belum terselesaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada laporan final implementasi white paper 13 bulan tersebut,” tegas Yannes.

Beberapa kebijakan yang belum final antara lain perubahan UU Perpajakan, beberapa keputusan Kementerian Tenaga Kerja, bahkan rencana divestasi bank seperti BNI. Namun terlepas dari itu semua, tidak berlebihan jika menyebut sosok Hamza Haz sebagai sosok yang berhasil menjaga keamanan APBN Indonesia di masa reformasi.

Pasalnya sebelum menjadi Wakil Presiden RI ke-9, Hamza Haz banyak menulis artikel yang membahas permasalahan APBN RI sebelum menjabat di pemerintahan.

Didik J Rachbini, Ekonom Senior INDEF dan Rektor Universitas Paramadina, mengatakan: “Tidak ada politisi pekerja keras seperti Hamza Haz yang menulis isu politik APBN di media massa pada akhir tahun 1980an dan 1990an.

“Dia tidak hanya menulis, namun dia juga melakukan hal tersebut dalam debat tingkat negara bagian di Kongo, di mana dia juga merupakan pemimpin partai oposisi yang gigih,” tambahnya.

Didik menambahkan, antara tahun 2000 hingga 2005, Hamza Haz juga terlibat langsung dalam menenangkan masyarakat yang gaduh saat pemerintah menerapkan kebijakan kenaikan harga bahan bakar akibat pemotongan subsidi.

“Pada pertengahan tahun 2000-an atau 2005, pro dan kontra terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mencapai puncaknya dan bisa berujung pada krisis politik. Mantan Wakil Presiden Hamza Haz yang juga Ketua Umum PPP terlibat langsung dalam lobi-lobi untuk mengatasi krisis APBN sekaligus mencegah krisis politik,” kata Didik.

“Subsidi produk itu mubazir dan harus diganti dengan subsidi untuk rakyat. Hamza Haz membantu meredakan situasi dan meski tidak populer, dia setuju untuk menaikkan harga bahan bakar dengan alasan menaikkan harga adalah pilihan yang masuk akal,” jelasnya. .

Tonton video “Wakil Presiden ke-9 Hamza Haz meninggal pada usia 84 tahun”.

(fdl/fdl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *